KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum wr.wb
Syukur alhamdulillah penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala limpahkan rahmad dan hidayah-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini dengan usaha yang maksimal.
Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna diantara yang lainnya. Manusia diberi kehidupan dan kesehatan oleh Tuhan sebagai bentuk kasih sayang-Nya. Namun terkadang, manusia lupa akan kasih sayang yang diberikan Tuhan tersebut. Mereka tidak bisa merawat dan menjaga kesehatan mereka dengan baik. Kesehatan merupakan salah satu kunci utama dari kesuksesan. Orang yang tidak sehat, tidak mungkin memiliki tingkat kesuksesan yang tinggi. Tidak hanya kesehatan, kejiwaan juga menjadi faktor penting dalam meraih kesuksesan. Men sana in corpore sano, salah satu pepatah yang memiliki makna bahwa kejiwaan dan kesehatan itu saling bertautan. Karena di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.
Disadari sepenuhnya penyelesaian Karya Tulis Ilmiah ini jauh dari sempurna, oleh karena itu, dengan penuh kelapangan hati penulis menerima baik saran maupun kritik yang kiranya bersifat membangun demi kesempurnaan Karya Tulis Ilmiah yang penulis susun.
Semoga Karya Tulis Ilmiah ini dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan khususnya di SMA Negeri 3 Pamekasan.
Pamekasan, Agustus 2011
Penulis
ABSTRAK
Jinten Hitam merupakan salah satu rempah-rempah Asia yang memiliki banyak khasiat. Oleh karenanya, Jinten hitam disebut sebagai obat 1000 penyakit. Salah satu penyakit yang dapat disembuhkan oleh jinten hitam adalah Anoreksia nervosa. Anoreksia nervosa merupakan sebuah gangguan makan yang ditandai dengan penolakan untuk mempertahankan berat badan yang sehat dan rasa takut yang berlebihan terhadap peningkatan berat badan akibat pencitraan diri yang menyimpang. Melalui Jinten hitam, penyakit Anoreksia nervosa dapat disembuhkan. Karena Jinten Hitam banyak membantu dalam proses metabolisme tubuh sekaligus sebagai anti depresan bagi tubuh.
Kata Kunci : Jinten Hitam, Anoreksia nervosa
DAFTAR ISI
Lembar Judul
Kata Pengantar …………………………………………………………….. i
Abstrak …………………………………………………………………….. ii
Daftar Isi …………………………………………………………………… iii
BAB I. PENDAHULUAN ………………………………………………… 1
1. Latar Belakang Masalah …………………………………………… 1
2. Rumusan Masalah …………………………………………………. 1
3. Tujuan ……………………………………………………………… 1
4. Ruang Lingkup …………………………………………………….. 2
5. Definisi Operasional ……………………………………………….. 2
BAB II. KAJIAN TEORI / TINJAUAN PUSTAKA …………………… 3
1. Anoreksia Nervosa ………………………………………………… 3
Pendahuluan …………………………………………………… 3
Definisi ………………………………………………………… 4
Epidemiologi …………………………………………………… 4
Etiologi …………………………………………………………. 4
Gambaran Umum ……………………………………………… 5
2. Jinten Hitam ……………………………………………………….. 5
Klasifikasi ……………………………………………………… 5
Kandungan Gizi ………………………………………………… 6
Sejarah ………………………………………………………….. 7
Khasiat ………………………………………………………….. 8
Jinten Hitam dalam Islam ………………………………………. 11
3. Berat Badan Ideal …………………………………………………... 12
BAB III. METODE PENELITIAN ……………………………………… 13
1. Jenis dan Rancangan Penelitian ……………………………………. 13
2. Tempat dan Waktu Penelitian ……………………………………… 13
3. Alat dan Bahan …………………………………………………….. 13
4. Prosedur Kerja ……………………………………………………… 13
5. Teknik Pengumpulan Data ………………………………………… 13
6. Teknik Analisa Data ………………………………………………… 14
BAB IV. HASIL …………………………………………………………… 15
1. Data …………………………………………………………………. 15
2. Analisa Data ………………………………………………………… 15
3. Pembahasan ………………………………………………………… 16
BAB V. PENUTUP ………………………………………………………… 20
1. Kesimpulan …………………………………………………………. 20
2. Saran ………………………………………………………………… 20
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………. 21
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Kesehatan merupakan salah satu hidayah yang diberikan oleh Allah kepada semua makhluknya. Tanpa adanya kesehatan manusia akan susah melakukan aktifitas, baik aktifitas khusus maupun aktifitas rutin yang dilakukan. Kekurusan merupakan suatu penyakit alamiah yang terdapat pada makhluk hidup khususnya manusia dan hewan. Kekurusan merupakan hal yang tidak dapat disepelekan. Namun sebagian besar orang menganggap bahwa kekurusan itu merupakan hal yang biasa. Padahal, penyakit kekurusan itu jika tidak dicegah akan mengakibatkan kematian.
Salah satu penyakit kekurusan yang dapat menyebabkan kematian adalah Anoreksia nervosa. Anoreksia nervosa (AN) merupakan sebuah gangguan makan yang ditandai dengan penolakan untuk mempertahankan berat badan yang sehat dan rasa takut yang berlebihan terhadap peningkatan berat badan akibat pencitraan diri yang menyimpang. Pencitraan diri pada penderita AN dipengaruhi oleh bias kognitif (pola penyimpangan dalam menilai suatu situasi) dan mempengaruhi cara seseorang dalam berpikir serta mengevaluasi tubuh dan makanannya. AN merupakan sebuah penyakit kompleks yang melibatkan komponen psikologikal, sosiologikal, dan fisiologikal, pada penderitanya ditemukan peningkatan rasio enzim hati ALT dan GGT, hingga disfungsi hati akut pada tingkat lanjut.
Kita telah mengetahui bahwa penyakit anoreksia merupakan penyakit kekurusan yang dapat menyebabkan kematian pada penderitanya. Jika penyakit ini tidak dicegah perkembangannya sejak sekarang, mungkin akan lebih banyak lagi jiwa-jiwa yang akan melayangkan nyawanya. Namun, pada hakikatnya, semua penyakit dapat kita cegah begitupula dengan penyakit ini. Berangkat dari pemikiran diatas, perlu adanya strategi dalam pencegahannya. Maka dari itu, penulis mencoba mengupas tuntas masalah tersebut melalui karya tulis ini.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah yang dapat diambil dari permasalahan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana cara mencegah penyakit kekurusan?
2. Rempah apa yang cocok dalam mencegah penyakit kekurusan?
3. Bagaimana penelitian yang dilakukan dalam mengetahui efektifitas jinten hitam?
4. Bagaimana cara mengolah jinten hitam menjadi obat yang praktis dalam mencegah penyakit kekurusan?
1.3 TUJUAN PENELITIAN
Pada karya tulis ini, penulis memiliki maksud dan tujuan tertentu. Antara lain :
1. Sebagai media pembelajaran dalam mengetahui khasiat rempah-rempah Asia khususnya Jinten Hitam
2. Mencari media praktis alami dalam meningkatkan berat badan menjadi ideal tanpa adanya zat kimia.
3. Meminimalisir timbulnya penyakit Anoreksia nervosa.
1.4 BATASAN PENELITIAN
Setiap penelitian yang dilakukan, pasti memiliki ruang lingkup dan batasan penelitian. Dalam penelitian yang kami lakukan, kami memiliki ruang lingkup tersendiri. Kami meneliti dengan mengambil sample berupa seekor tikus putih. Kami meneliti sample tersebut selama 7 hari di rumah kami. Pemberian jinten hitam dilakukan setiap hari sekali dengan cara menghaluskan bji jinten hitam tersebut. Kemudian, kami mencampurkan bubuk jinten hitam tersebut ke dalam makanan yang akan diberikan.
1.5 DEFINISI OPERASIONAL
1. Efektifitas : suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target yang telah tercapai.
2. Concern : perhatian
3. Kalori : satu unit tenaga dan kita boleh mengaitkan kalori dengan makanan tetapi ia juga berkait dengan apa saja yang mengandungi tenaga
4. Body image : gambaran mental seseorang terhadap bentuk dan ukuran tubuhnya; bagaimana seseorang mempersepsi dan memberikan penilaian atas apa yang dia pikirkan dan rasakan terhadap ukuran dan bentuk tubuhnya, dan atas bagaimana kira-kira penilaian orang lain terhadap dirinya.
5. Epidemiologi : cabang ilmu yang mempelajari tentang seberapa sering penyakit dialami oleh suatu kelompok orang yang berbeda dan mencari tahu bagaimana bisa terjadi.
6. Etiologi : cabang ilmu yang mempelajari faktor suatu penyakit
7. Tiroid : sejenis penyakit autoimmune. Menyerangnya di kelenjar thyroid yang letaknya di tenggorokan.
8. Bulimia : lapar dan juga gangguan emosi makan dengan cara memumtahkan kembali makanan yang baru saja dimakan.
9. Scar : bekas luka
10. Hypokalemi : berkurangnya penyimpanan potassium dalam tubuh
11. Neurology : cabang dari ilmu kedokteran yang menangani kelainan pada sistem saraf. Dokter yang mengkhususkan dirinya pada bidang neurologi disebut neurolog dan memiliki kemampuan untuk mendiagnosis, merawat, dan memanejemen pasien dan kelainan saraf.
12. Asam Lemak tak jenuh : asam lemak yang semua ikatan atom karbon pada rantai karbonnya berupa ikatan tunggal (jenuh)
13. Asam lemak essensial : asam amino yang harus di datangkan dari luar, dikarenakan tubuh tidak bisa memproduksi sendiri.
14. Histamin : suatu persenyawaan amino, yang merupakan hasil biasa dari pertukaran zat
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA / KAJIAN TEORI
2.1. ANOREKSIA NERVOSA
I. PENDAHULUAN
Ketika memasuki masa remaja, khususnya masa pubertas, remaja menjadi sangat concern atas pertambahan berat badan, terutama remaja putri, karena mereka mengalami pertambahan jumlah jaringan lemak, sehingga mudah untuk menjadi gemuk apabila mengkonsumsi makanan yang berkalori tinggi. Pada kenyataannya kebanyakan wanita ingin terlihat langsing dan kurus karena beranggapan banhwa menjadi kurus akan membuat mereka bahagia, sukses, dan popular. Remaja dengan gangguan makan memiliki masalah dengan body imagenya. Artinya mereka sudah mempunyai suatu mind set ( pemikiran yang sudah terpatri di otak ) bahwa tubuh mereka tidak ideal. Mereka merasa tubuhnya gemuk, banyak lemak disana-sini, dan tidak sedap dipandang.
Anoreksia nervosa adalah suatu kelainan yang ditandai dengan perubahan gambaran tubuh, ketakutan yang luar biasa akan kegemukan, penolakan untuk mempertahankan berat badan yang normal dan hilangnya siklus mentruasi (pada wanita). Penderita yang umumnya terjadi pada remaja putri biasanya mengalami gangguan makan, berupa aktifitas untuk menguruskan badan dengan melakukan pembatasan makan secara sengaja melalui control yang ketat.
Pada anoreksia nervosa terjadi hilangnya nafsu makan atau terganggunya pusat nafsu makan. Hal tersebut disebabkan oleh konsep yang terputar balik mengenai konsep penampilan tubuh, sehingga penderita mempunyai rasa takut yang berlebihan terhadap kegemukan. Penderita anoreksia nervosa sadar mereka lapar namun takut untuk memenuhi kebutuhan makan mereka, karena bisa berakibat meningkatnya berat badan. Berbeda dengan korban kelaparan, penderita anoreksia nervosa mampu menjaga kekuatan dan kegiatan sehari-hari mendekati normal. Tidak merasa lapar dan tidak cemas terhadap kondisinya.
Takut gemuk atau merasa terlalu gemuk ini terutama terjadi pada wanita, sehingga membatasi makan dan terkadang tidak makan atau puasa. Akhirnya tidak mau makan hingga penderita kurus kering. Kelainan ini banyak terjadi di dalam masyarkat yang memuja bentuk tubuh yang kurus kering. Mereka terus-menerus malakukan diet mati-matian untuk mencapai tubuh yang kurus, yang pada akhirnya kondisi ini menimbulkan efek yang berbahaya yaitu kematian . penyakit ini dapat menyebabkan kematian pada 10% penderitanya.
Pada penderita anorekasia nervosa dapat menurunkan berat badannya antara 25 – 50 % dari berat badan sebenarnya. Dampak fisik yang umumnya terjadi penderita adalah kehilangan selera makan, hingga tidak mau mengkonsumsi apapun, lemah tidak bertenaga, sulit berkonsentrasi dan terjadi gangguan mentruasi. Namun dampak psikis juga terpengaruhi, Seperti mempunyai perasaan tidak berharga, sensitive ( mudah tersinggung atau marah ), mudah merasa bersalah, kehilangan minat untuk berinteraksi dengan orang lain, tidak percaya diri, cenderung berbohong untuk menutupi perilaku makannya, minta perhatian orang lain, dan depresi. Dampak fisik maupun psikis yang terjadi akibat gangguan makan tersebut memerlukan pertolongan segera dari psikolog, dokter, ahli gizi, dan tentu saja orang tua.
II. DEFENISI
Defenisi anorekasi nervosa adalah :
1. Menolak mempertahankan berat badan pada atau diatas berat badan normal minimal menurut usia dan tinggi badan (misalnya, menurunkan berat badan untuk mempertahankan berat badan kurang dari 85% yang diharapkan; atau kegagalan untuk menaikan berat badan yang diharapkan selama periode pertumbuhan, menyebabkan berat badan kurang dari 85% dari yang diharapkan).
2. Ketakutan yang kuat mengalami kenaikan berat badan atau menjadi gemuk, walaupun sesungguhnya memiliki berat badan kurang.
3. Gangguan dalam cara memandang berat atau bentuk badannya sendiri; berat badan atau bentuk badan yang tidak pantas atas dasar pemeriksaan sendiri, atau menyangkal keseriusan berat badannya yang rendah.
4. Pada wanita pascamenarki, amenore yaitu tidak ada sekurangnya tiga siklus menstruasi berturut-turut (seorang wanita dianggap mengalami amenore jika periodenya timbul hanya setelah pemberian hormon, misalnya, estrogen).
III. EPIDEMIOLOGI
Gangguan makan dalam berbagi bentuk telah dilaporkan pada sampai 4% pelajar remaja dan dewasa muda. Sekitar 95% penderita adalah wanita, kelainan ini biasanya terjadi pada masa remaja dan terkadang pada masa dewasa. Anoreksia nervosa diperkirakan terjadi pada kira-kira 0,5 sampai 1% gadis remaja. Biasanya menyerang orang-orang golongan social ekonomi menenngah ke atas. Gangguan ini terjadi 10 sampai 20 kali lebih sering pada wanita dibandingkan laki-laki. Lebih sering pada Negara yang maju, dan mungkin ditemukan dengan frekuensi tertinggi pada wanita muda yang profesinya memerlukan kekurusan , seperti model dan penari balet.
IV. ETIOLOGI
Faktor biologis, social, dan psikologis adalah terlibat dalam penyebab anoreksia nervosa.
1. Faktor biologis
Kelaparan menyebabkan banyak perubahan biokimia, beberapa diantaranya juga ditemukan pada depresi, seperti hiperkortisolemia dan nonsupresi oleh deksametason. Terjadi penekanan fungsi tiroid, amenore, yang mencerminkan penurunan kadar hormonal. Kelainan tersebut dapat dikoreksi dengan pemberian makanan kembali.
2. Faktor social
Penderita menemukan dukungan untuk tindakan mereka dalam masyarakat yang menekankan kekurusan dan latihan. Tidak berkumpul dengan keluarga adalah spesifik pada anoreksia nervosa. Pasien dengan anoreksia nervosa kemungkinan memiliki riwayat keluarga depresi, ketergantungan alcohol, atau suatu gangguan makan.
3. Faktor psikologis dan psikodinamis
Anoreksia nervosa tampaknya merupakan suatu reaksi terhadap kebutuhan pada remaja untuk menjadi lebih mandiri dan meningkatkan fungsi social dan seksual. Biasanya mereka tidak mempunyai rasa otonomi dan kemandirian, biasanya tumbuh di bawah kendali orang tua. Kelaparan yang diciptakan sendiri (self starvation) mungkin merupakan usaha untuk meraih pengakuan sebgai orang yang unik dan khusus. Hanya memalui tindakan disiplin diri yang tidak lazim pasien anoreksia dapat mengembangkan rasa otonomi dan kemandirian.
V. GAMBARAN KLINIS
Tanda Anoreksia nervosa
1. Menyamarkan kekurusan mereka dengan baju dan make-up
2. Kulit kering dan kering, rambut halus, dan alopesia ringan.
3. Subtype bulimia berat, seperti kehilangan enamel gigi karena asam lambung, ketika penderita muntah. Bahkan terdapat scar pada dorsum akibat jari-jari yang dimasukan ke mulut untuk memaksakan muntah.
4. Hypokalemi dan kelainan EKG
5. Kelainan neurology (seperti seizure dan neuropaty) dan anemia yang berhubungan dengan kekurangan gizi dan kelaparan.
2.2. JINTEN HITAM (BLACK SEED)
I. KLASIFIKASI TANAMAN
Nigella Sativa tumbuh di berbagai belahan dunia, termasuk Saudi, Afrika Utara dan sebagian Asia. Nigella Sativa merupakan bunga fennel dari keluarga Ranunculaceae. Biji-biji Nigella Sativa ukurannya kecil dan pendek (panjang antara 1-2mm), hitam, berbentuk trigonal, memiliki rasa yang kuat dan pedas seperti lada. Jenis Bunga Nigella Sativa ada dua macam, satu berwarna ungu kebirubiruan dan lainnya putih. Pertumbuhan bunga terletak pada bagian cabang, sementara itu daunnya saling tumbuh berseberangan secara berpasangan. Daun dibagian bawah bentuknya kecil dan pendek, sedangkan daun bagian atas lebih panjang (6 – 10 cm). Batang bunga tersebut bisa mencapai ketinggian 12 -18 inchi.
Nigella Sativa adalah tumbuhan biseksual artinya dapat mengembangbiakkan dirinya sendiri, membentuk sebuah kapsul buah yang mengandung biji. Saat kapsul buah matang, ia akan membuka dan biji yang ada didalamnya akan mengudara dan berubah menjadi hitam, sehingga disebut Biji Hitam (Black Seed).
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Division : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Order : Ranunculales
Family : Ranunculaceae
Genus : Nigella
Species : N. sativa
Binominal name : Nigella sativa L.
Dibeberapa negara dikenal dengan nama yang berbeda antara lain :
Indonesia : Jintan Hitam
Mesir : Habat Et Baraka
India : Kalonji
Hebrew : Kezah
Rusia : chernushka
Turkish : çörek out
Arab : Habbatussauda
Persian : siyah daneh
Perancis : Nigelle
Amerika : Black Cumin / Black Seed
Inggris : Fennel Flower, nutmeg flower, roman coriander, black onion seed
Italia : Nigella
Jerman : Nidella
Eropa : Black Caraway
II. KANDUNGAN GIZI
Tanaman bernama lain black seed ini juga kaya asam lemak tak jenuh dan asam lemak esensial (asam linoleik dan linolenik). Asam alfa -linolenik (omega 3) asam linoleik (omega6), merupakan substansi yang tidak dapat dibentuk di dalam tubuh, sehingga tubuh harus mendapat suplemen yang mengandung kedua asam tersebut.
Jintan hitam juga mengandung 15 macam asam amino, protein, karbohidrat, minyak volatil dan crude fiber. Kandungan vitamin dan mineralnya meliputi kalsium, potasium, besi, magnesium, selenium, vitamin A, B1, B2, B6, C, E dan niacin. Black seed juga mengandung arginine, yang penting pada masa pertumbuhan balita.
KOMPOSISI NUTRISI BIJI NIGELLA SATIVA
Protein 21%
Karbohidrat 35%
Lemak 35-38%
KOMPOSISI MINYAK ESENSIAL (1,4%) MINYAK NIGELLA SATIVA
Carvone 21,1%
Alfa-PInene 7,4%
Sabinene 5,5%
Beta-Pinene 7,7%
P-Cymene 46,8%
Ohters 11,5%
NUTRISI MINYAK NIGELLA SATIVA
Protein 208 ug/g
Thiamin 15 ug/g
Riboflavin 1 ug/g
Pyridoxine 5 ug/g
Niacin 57 ug/g
Folacin 610 IU/g
Calsium 1,859 mg/g
Iron 105 ug/g
Copper 18 ug/g
Zinc 60 ug/g
Phosphorus 5,265 mg/g
ASAM LEMAK MINYAK NIGELLA SATIVA
Myristic Asam (C14:0) 0,5%
Palmitic Asam (C16:0) 13,7%
Palmitoleic Asam (C16:1) 0,1%
Stearic Asam (C18:0) 2,6%
Oleic Asam (C18:1) 23,7%
Linoleic Asam (C18:2) (Omega-6) 57,9%
Linelenic Asam (C18:3n-3 (Omega-3) 0,2%
Arachidic Asam (C20:0) 1,3%
ASAM LEMAK JENUH DAN TAK JENUH MINYAK NIGELLA SATIVA
Saturated Acid 18,1 %
Monounsaturated Acids 23,8 %
Polyunsaturated Acids 58,1 %
III. SEJARAH
Digunakan sebagai herbal pengobatan sejak 2000-3000 tahun sebelum Masehi dan tercatat dalam banyak literatur kuno mengenai ahli pengobatan terdahulu seperti Ibnu Sina (980 – 1037 M), dan Al-Biruni (973-1048 M), Al-Antiki, Ibnu Qayyim dan Al-Baghdadi. Ibnu Sina adalah peneliti jenius dari Timur Tengah di bidang pengobatan yang namanya tercatat di semua buku sejarah pengobatan timur maupun barat, hidup antara 980 – 1037 M, telah meneliti berbagai manfaat Habbatussauda untuk kesehatan dan pengobatan. Ahli pengobatan Yunani kuno, Dioscoredes, pada abad pertama Masehi juga telah mencatat manfaat habbatussauda untuk mengobati sakit kepala dan saluran pernafasan.
Jintan hitam dipercaya berasal dari Mediterania (seputar Laut Tengah), sebelum tersebar ke berbagai belahan dunia, termasuk ke Asia. Bentuknya kecil berserabut, ukurannya tidak lebih dari 3 mm. Jintan hitam termasuk dalam keluarga buttercup (Ranunculaceae).
Ada dua jenis tanaman ini, yakni yang berwarna ungu kebiruan dan putih. Orang-orang di tanah Arab telah mengenal Jintan hitam lebih dari 2.000 tahun lalu. Mereka memanfaatkan tanaman ini untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan, misalnya sakit gigi, flu, nyeri sendi.
Di Arab, jintan hitam dikenal sebagai habbatus sauda (biji yang menyenangkan) atau habbatul baraka, artinya biji yang membawa berkah. Bagi kaum muslim, jintan hitam merupakan anugerah Allah. Anjuran Nabi Muhammad SAW untuk memanfaatkan jintan hitam tercatat dalam sebuah hadis.”Tetaplah berobat dengan Habbatus sauda karena sesungguhnya ia bisa mengobati semua penyakit, kecuali kematian.”
Tak heran, tanaman bemama Latin Nigella sativa L. ini masuk dalam daftar obat alami di buku Al-Tibb al-Nabawi atau pengobatan cara Nabi.
Keampuhan jintan hitam menyebar hingga Mesir, Yunani, dan India. Dalam kuburan Tutankhamen ditemukan narasi bahwa jintan hitam dipakai dokter pribadi Firaun sebagai bahan baku minyak dan salep untuk mengobati gangguan pencernaan. Cleopatra dan Nefertiti memakainya untuk merawat kulit agar tetap lembut.
Pada 460 SM, Hippocrates menyarankan penggunaan tanaman ini untuk membangkitkan vitalitas dan energi, kenyamanan, serta mengatasi kelelahan tubuh dan psikis. Dioscoredes, ahli fisika dari Yunani, diabad I melaporkan bahwa jintan hitam dipakai untuk mengobati sakit kepala, hidung tersumbat, sakit gigi, meningkatkan produksi ASI, dan menyembuhkan penyakit internis.
Tahun 980 M, Ibnu Sina dalam The Cannon of Medicine menyatakan Habbatus sauda sebagai perangsang tenaga dan membantu memulihkan kesegaran tubuh, menstimulasi energi, serta membantu penyembuhan dari kelelahan atau kurang semangat.
IV. KHASIAT JINTEN HITAM
Di awal 90-an ilmuwan Amerika Serikat melakukan penelitian yang menghasilkan penemuan bahwa minyak Jinten Hitam ternyata tidak hanya berfungsi menyembuhkan namun juga mengandung lebih dari 100 unsur yang mendukung sistem kekebalan tubuh manusia, termasuk di dalamnya unsur yang mampu menyembuhkan penyakit kanker (anti tumor, anti cancer). Penemuan yang luar biasa ini menyebabkan Euforia Jinten Hitam di Amerika Serikat. Berikut adalah manfaat dari jinten hitam.
Mencegah Kolesterol
Jintan hitam mencegah penumpukan lemak dan kolesterol dalam tubuh dengan menghambat aktivitas enzim fatty acid synthase. Enzim itu mensintesis asam lemak rantai panjang, bahan baku pembentukan kolesterol dan trigliserida. Bila aktivitas fatty acid synthase rendah maka kolesterol dan trigliserida pun tak terbentuk.
Memperkuat sistem kekebalan tubuh dari serangan Virus, Kuman dan Bakteri
Hasil Penelitian Dr. Ahmad Al Qadhy, 1986 dan laporan penelitian lainnya seperti tertera dalam Jurnal Farmasi Pakistan, 1992. Salah satu khasiat yang telah teruji untuk Imuniti adalah kemampuan tubuh menciptakan kekebalan khusus, kuat dan sempurna untuk melawan segala unsur yang menyerang tubuh. Imuniti ini terbentuk dari jaringan limpa dan sel-sel limpa yang menghasilkan antibodi yang berfungsi menghancurkan mikroba yang menyerang tubuh yang disesuaikan dengan susunan dan sifatnya.
Mempertahankan tubuh dari serangan kanker dan HIV
Hasil penelitian Prof. G Reitmuller, Direktur Institut Immonologi dari Universitas Munich dan laporan terpisah dari penelitian tim Dr. Basil Ali, Universitas King Faisal, Arab Saudi, serta laporan penelitian Immono Biology Laboratory, California, AS. Laporan lain menyebutkan bahwa Habbatussauda dapat menghentikan pertumbuhan sel tumor.
Meningkatkan fungsi otak
Dengan kandungan asam linoleat (Omega 6) dan asam linolenat (Omega 3), Habbatussauda merupakan nutrisi bagi sel otak yang berguna untuk meningkatkan daya ingat, kecerdasan, dan relativitas sel otak agar tidak cepat pikun. Habbatussauda juga memperbaiki mikro (peredaran darah) ke otak dan sangat cocok diberikan pada anak usia pertumbuhan dan lansia. Ekstrak Jinten Hitam memiliki khasiat anti-tumor tanpa efek samping seperti yang terjadi pada chemotherapy dan penyinaran.
Menyembuhkan berbagai jenis penyakit pernafasan
Minyak tanaman Jinten Hitam berkhasiat Menyembuhkan penyakit asma bronchial, bronchitis, gampang lelah, batuk kronis dan penyakit pernafasan lainnya
Mengatasi gangguan tidur dan stress
Unsur Sapion terdapat pada Habbaussauda mempunyai fungsi seperti kortikosteroid yang dapat memengaruhi karbohidrat, protein dan lemak serta memengaruhi fungsi jantung, ginjal, otot tubuh, dan syaraf. Sapion berfungsi untuk mempertahankan diri dari perubahan lingkungan, gangguan tidur, menghilangkan stress, dan melancarkan air susu ibu (penelitian Potchestroom, 1989)
Sebagai Anti Histamin & Anti Alergi
Berdasarkan penelitian Nirmal Chakravaty MD 1993, dan penelitian lain oleh Dr. Med. Peter Schleincher, ahli immonologi dari Universitas Munich mengatakan bahwa Jinten Hitam juga berkhasiat sebgai anti histamine dan anti alergi.
Meningkatkan kadar ASI
Sebuah literatur dari University of Potchefstroom (1989), Afrika Selatan, menjelaskan jintan hitam dapat meningkatkan kadar ASI pada ibu menyusui. Hal ini ditunjukkan oleh kombinasi lipid portion dan struktur hormon dalam habbatus sauda.
Hepatoprotektor
Nevin Ilhan, peneliti di Fırat Universitesi, Turki, membuktikan jintan hitam melindungi hati dari bahaya Ccl4 - senyawa racun yang menyebabkan kerusakan hati. Jintan meningkatkan jumlah SOD - antioksidan - dalam tubuh. Sehingga dapat melindungi hati dari efek buruk Ccl4. Jumlah SOD kelompok uji yang diberi jintan 1.913 u/g Hb, sedangkan tanpa jintan 1.688 u/g Hb.
Namun bukan berarti mengonsumsi jinten hitam secara berlebihan diperbolehkan. Jintan hitam kaya flavonoid dan terpenoid berpeluang berpotensi merusak hati jika konsumsi berlebihan. Kerusakan hati bisa terjadi akibat keracunan langsung, atau karena hati kehabisan senyawa untuk menetralisir racun. Efek keracunan yang muncul biasanya berupa kerusakan protein atau kerusakan DNA sehingga tidak mampu mensintesis protein. Oleh karena itu konsumsi jintan hitam harus sesuai anjuran dokter atau herbalis.
Sedangkan menurut sumber lain :
* sebagai pencegah penurunan Hb.(haemoglobine).dan jumlahh lekosit dan mencegah kerusakan pada hati, darah dan ginjal (akibat obat kanker)
* sebagaipengibatab penyakit sindrom fanconi (yang timbul akibat pemberian obat kanker)
* sebagai anti oksidan
* dapat menyembuhkan penyakit sirosis hepatitis,
sebagai anti hipertensi
* sebgai anti diabetes mellitus (kencing manis)
* sebagai anti kolesterol(penyakit dislipidemia)
* sebagai anti kanker (payudara, usus besar, paru-paru, hati dan prostat)
* sebagai anti tumor
* sebagai anti kanker darah(leukimia)
* dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh
* sebagai anti histamin
* sebagai anti inflasi/peradangan
* sebagai antibiotik (baik untuk bakteri-bakteri gram positif maupun gram negatif)
* sebagai anti virus, sebagi anti jamur, sebagai anti kecacingan.
* dapat menghambat aktivitas infeksi HIV
* sebagai anti flu, anti rhinitis (pilek dan hidung tersumbat)
* sebagai anti nyeri,
* sebagai anti infeksi saluran kemih
* sebagai anti peradangan dirongga pelvis/panggul
* sebagai pengobatan neuroimmune apendicitis
* sebagai pengobatn crohn’s dieseas [inflammatory bowel syndrome],dan kanker usus besar)
* sebagai pengobatan celebral facial palcy
* sebagai anti depresi,anti panik
* sebagai anti rematik dan asam urat
* sebgai anti osteoporosis
* sebagai anti asma , anti bronkitis
* sebagai anti bisa hewan (ular, kalajengking, laba-laba, kucing, anjing, monyet)
* sebagai anti stroke, anti kejang, anti epilepsi
* sebagai anti sakit magh
* sebagai obat pencahar
* dapat mempercepat proses pembekuan darah
* sebagai suplemen tubuh, dllJintan Hitam dalam Islam
V. JINTEN HITAM DALAM ISLAM
Di dalam Islam, herbal ini dikenal dengan nama Habbatussauda.
Dalam agama islam, habbats sudah dikenal sebagai obat bagi berbagai penyakit. Dalam sebuah hadist , Rasulullah SAW mengatakan
“Sesungguhnya, al-Habbatus al-Sawda’ dapat menyembuhkan segala macam penyakit, kecuali As-sam.” Saya bertanya: “Apakah as-sam itu ?” Baginda menjawab : ‘As-sam yaitu maut !” ( Riwayat Bukhari ).
Didalam kitab Shahih Bukhari Muslim, Abu Hurairah r.a. berkata bahwa dia pernah mendengar Nabi besar Muhammad S.A.W. bersabda sebagai berikut :
“Tetaplah dengan al-Habbah al-Sawda” karena sesungguhnya ia mengandung obat bagi segala penyakit, kecuali as-sam atau mati.”
2.3. BERAT BADAN IDEAL
Panduan umum untuk berat ideal
Usia Berat badan rata-rata / ideal
(dalam kilogram) Batas bawah
(dalam kilogram) Batas atas
(dalam kilogram)
Bayi baru lahir cukup bulan 3,5 2,75 4,25
3 bulan 6,6 (laki-laki)
5,75 (perempuan) 5,1 (laki-laki)
4,8 (perempuan) 7,75 (laki-laki)
7 (perempuan)
6 bulan 8,6 (laki-laki)
8 (perempuan) 7,25 (laki-laki)
6,6 (perempuan) 10 (laki-laki)
9,25 (perempuan)
9 bulan 10,1 (laki-laki)
9,5 (perempuan) 8,85 (laki-laki)
7,5 (perempuan) 11,5 (laki-laki)
10,75 (perempuan)
12 bulan 11,25 (laki-laki)
10,5 (perempuan 9,85 (laki-laki)
9 (perempuan) 12,75 (laki-laki)
12 (perempuan)
18 bulan 12,6 (laki-laki)
12 (perempuan 11 (laki-laki)
10,75 (perempuan) 14,5 (laki-laki)
13,5 (perempuan)
2 tahun 13,85 (laki-laki)
13,25 (perempuan) 12 (laki-laki)
11,25 (perempuan) 15,75 (laki-laki)
15 (perempuan)
4 tahun 18,5 (laki-laki)
17,5 (perempuan) 15,5 (laki-laki)
15 (perempuan) 21,5 (laki-laki)
20,85 (perempuan)
6 tahun 22,5 (laki-laki)
22 (perempuan) 19 (laki-laki)
18,5 (perempuan) 26,5 (laki-laki)
26,5 (perempuan)
8 tahun 27,5 (laki-laki)
27,5 (perempuan) 24 (laki-laki)
22,5 (perempuan) 34 (laki-laki)
35 (perempuan)
10 tahun 34 (laki-laki)
35,5 (perempuan) 28 (laki-laki)
28,5 (perempuan) 45 (laki-laki)
49 (perempuan
12 tahun 44 (laki-laki)
46 (perempuan) 35 (laki-laki)
36 (perempuan) 56 (laki-laki)
61,5 (perempuan)
14 tahun 56 (laki-laki)
55 (perempuan) 45 (laki-laki)
45 (perempuan) 72,5 (laki-laki)
72,5 (perempuan)
16 tahun 68 (laki-laki)
61,5 (perempuan) 56 (laki-laki)
50 (perempuan) 86 (laki-laki)
79 (perempuan)
18 tahun 76 (laki-laki)
62 (perempuan) 63,5 (laki-laki)
52,5 (perempuan) 97,5 (laki-laki)
80 (perempuan)
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 JENIS DAN RANCANGAN PENELITIAN
Dalam karya tulis ini, kami mneggunakan jenis penelitian observasi. Observasi adalah pengumpulan data secara langsung ke obyek penelitian (Singarimbun, 1976 : 3). Jadi dalam jenis penelitian ini, kami mengamati langsung sample yang akan kami teliti. Selain Observasi, kami juga menggunakan jenis penilitian perpustakaan. Dalam jenis penelitian ini , kami mengambil data dari berbagi literatur untuk mendukung karya tulis ini.
3.2 TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN
Untuk menyusun karya tulis ini, kami melakukan penelitian di rumah kami sendiri. Kami melakukan observasi selama satu minggu yaitu tepatnya pada tanggal 6 Agustus 2011 hingga 12 Agustus 2011.
3.3 ALAT DAN BAHAN
Kami tidak menggunakan alat dan bahan yang terlalu rumit dalam menyusun karya tulis ini. kami hanya menggunakan alat yang biasa kita gunakan sehari- hari, seperti alat tulis, buku – buku literature, artikel, komputer untuk membantu kami mencari literature tambahan dari internet serta untuk mengetik karya tulis ini. Dan juga ada 3 alat tambahan yang membantu proses kerja kami. Yaitu lesung, timbangan, dan tentunya sample yang kami butuhkan, tikus putih.
3.4 PROSEDUR KERJA
Prosedur yang kami gunakan selama menyusun karya tulis ini adalah sebagai berikut :
1. Kami mencari permasalahan yang akan dibahas dalam karya tulis ini
2. Melakukan observasi untuk mendapatkan data yang kami butuhkan dalam karya tulis ini sesuai dengan permasalahan yang telah ditentukan
3. Mencari berbagai literatur, baik di buku ataupun di internet untuk mendukung dan memperkuat karya tulis kami
4. Menyusun bahan-bahan yang telah kami cari untuk dijadikan sebuah karya tulis ilmiah.
3.5 TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Data dapat digolongkan menjadi 2 yaitu: data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif adalah data yang dapat diukur dengan angka secra langsung, sedangkan data kualitatif adalah data yang tidak bisa diukur atau dinilai secara langsung (Amrin 2000). Dalam penelitian kami ini, kami menggunakan teknik pengumpulan data secara kuantitatif.
3.6 TEKNIK ANALISA DATA
Untuk menganalisis data yang telah kami dapat. Kami menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu hasil penelitian beserta analisanya diuraikan dalam suatu tulisan ilmiah yang berbentuk narasi, kemudian dari analisis yang telah dilakukan diambil suatu kesimpulan
BAB IV
HASIL PENELITIAN
4.1 DATA
Setelah dalam seminggu kami melakukan percobaan untuk menguji keefektifan jinten hitam (nigella sativa) pada terhadap tingkat kegemukan, yang dalam percobaan kali ini kami menggunakan mencet atau tikus putih dan diberi makan berupa jinten hitam secara bertahap, kami kemudian menuliskan laporan percobaan kami dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Berat awal mencet yang dijadikan percobaan seberat 10 gram
2. Takaran jinten hitam yang diberikan kepada tikus putih tetap, yaitu 1 gram.
Tanggal Penelitian Hari ke Makanan Berat
6/8/2011 Awal - 0,1 ons / 10 gram
6/8/2011 Ke-1 3 gram mentimun segar (dipotong2) dicampur 1 gram bubuk jinten hitam 0,1 ons / 10 gram
7/8/2011 2 3 gram tomat segar (dipotong2) dicampur 1 gram bubuk jinten hitam 0,15 ons / 15 gram
8/8/2011 3 3 potong roti kecil, tanpa jinten 0,20 ons / 20 gram
9/8/2011 4 1 sendok nasi, tanpa jinten 0,20 ons / 20 gram
10/8/2011 5 1 sendok nasi putih basah dicampur 1 gram bubuk jinten hitam 0,20 ons / 20 gram
11/8/2011 6 3 gram mentimun segar (dipotong2) dicampur 1 gram bubuk jinten hitam 0,25 ons / 25 gram
12/8/2011 7 - 0,30 ons / 30 gram
12/8/2011 Akhir - 0,30 ons / 30 gram
4.2 ANALISA DATA
Dari data percobaan di atas dapat kita simpulkan bahwa jinten hitam berpotensi untuk meningkatkan berat badan terhadap tikus putih yang dijadikan percobaan. Seperti yang bisa kita lihat pada percobaan hari ke 1, 2, dan 5, 6, setelah diberi jinten hitam yang sudah dijadikan bubuk, berat badan tikus putih meningkat sebesar 0,05 ons. Sedangkan pada percobaan hari ke 3 dan 4, dimana kami tidak memberi tikus putih makanan berupa jinten, berat badannya tidak bertambah. Kalaupun bertambah, tidak terlalu signifikan seperti saat diberi jinten hitam. Hal itu tentu membuktikan keefektifan jinten hitam terhadap penambahan berat badan. Untuk lebih lengkapnya akan dijelaskan pada sub bab pembahasan.
4.3 PEMBAHASAN
• Mencegah Penyakit Kekurusan
Mungkin diantara sebagian orang, baik yang tua maupun muda, ingin memiliki tubuh yang ideal. Alasannya bukan hanya untuk menjaga penampilan, namun juga hal itu dipandang baik menurut kesehatan karena itu berarti proses metabolisme dalam tubuhnya dapat berjalan dengan baik.
Banyak orang kurus yang berharap jadi gemuk, atau sebaliknya, yang gemuk menjadi kurus dengan alasannya sendiri-sendiri. Bagi kebanyakan wanita, menjadi terlalu kurus itu sungguh sesuatu yang juga bermasalah. Memang mereka tidak berharap menjadi gemuk apalagi sampai kegemukan. Sekedar tidak kurus pun sering begitu sukar untuk tercapai.
Kurus sendiri ada yang sehat, ada juga yang tergolong tak sehat. Kurus yang sehat berarti memang pola dan bentuk tubuhnya (tinggi dan berat badannya seimbang) mewarisi sifat yang kurang feminin atau cenderung androgenic atau sedikit komponen gynicnya, atau dapat juga bersifat androgynic perpaduan antara yang feminin dengan yang maskulinnya.
Kurus tergolong tidak sehat jika pola dan bentuk tubuh yang diwarisi seseorang belum mencapai tingkat berat badan yang sesungguhnya bisa dicapainya. Namun karena sesuatu hal, berat badannya belum tercapai penuh. Untuk kasus kekurusan jenis inilah yang dapat diupayakan, bagaimana agar tidak tetap kurus dan mencapai berat badan yang seharusnya dapat diraihnya dengan beberapa cara.
Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit kekurusan dengan menggunakan cara-cara yang sehat, antara lain :
1. Konsumsi makanan-makanan yang bisa membuat gemuk, seperti jinten hitam, susu cair, es krim.
2. Perhatikan asupan gizi yang cukup dengan komposisi seimbang. Kebutuhan nutrisi sehari-hari orang dewasa sehat dengan aktivitas ringan berkisar 25 - 30 Kalori/kg BB, sedang 30 - 35 Kalori/kg BB, dan berat 35 - 40 Kalori/kg BB. Pada seseorang yang tergolong underweight dan sedang dalam proses meningkatkan bobot badan, penambahan 500 Kalori setiap hari akan bermanfaat untuk menambah bobot badan sebanyak 0,5 kg dalam seminggu.
3. Bagi yang kurang suka daging dan ikan harus belajar agar berubah tabiat seperti selera kucing. Karena tubuh tak cukup hanya dengan berpola makan seperti sapi yang bisa gemuk cukup hanya dengan makan dedaunan saja. Kalau perlu tingkatkan makan soto, sate, dan steak.
4. Perlu diupayakan agar memperoleh makanan selingan di antara dua waktu. Sedikitnya, dua kali dalam sehari. Kita tahu, lambung mengosongkan diri dalam tiga jam, sehingga setiap 3 jam perlu diisi agar ada makanan yang bisa diserap kalorinya. Dengan kalori yang melebihi kebutuhan tubuh inilah, tubuh berpeluang untuk menjadi tidak kurus. Pilih jenis makanan selingan yang manis-manis.
5. Jauhkan hidup dari stres fisik dan psikis berlebihan
Tidaksemua stres bisa kita hindari. Tapi jenis stres yang berat, yang sudah mengganggu keseimbangan faali, tubuh harus kita jauhi. Kerja keras tanpa jeda dan membiarkan diri kita memikul beban kerja dan tanggung jawab yang melebihi kapasitas dan kompetensi, buruk akibatnya. Tubuh kekurangan asupan kalori dan kalori yang sudah sangat kurang ditunggangi pula oleh beratnya pikiran setiap hari.
6. Cukup minum dan kurangi pengeluaran cairan tubuh yang tak perlu
Berkeringat berlebihan mengurangi cairan tubuh, apalagi jika asupan minum kurang. Maka perlu tambahan ekstra minum setelah diare dan atasi gejala berkeringat yang berlebihan. Penguapan cairan tubuh dan pengeluaran keringat dapat dikurangi dengan menciptakan ruangan bekerja berudara sejuk. Air Condition (AC) mutlak perlu untuk tidak membuang percuma cairan tubuh.
• Penelitian yang Dilakukan dan Solusi untuk Penyakit Kekurusan
Dari pernyataan di atas, dapat kita ketahui bahwa salah satu bahan makanan yang mencegah kita menjadi kurus adalah dengan mengkonsumsi jinten hitam (Habbatus Sauda). Hal ini dimungkinkan karena jinten hitam dapat meningkatkan metabolisme tubuh sehingga pencernaan dapat berjalan dengan baik. Selain itu, jinten hitam juga mengandung asam lemak tak jenuh dan asam lemak esensial berupa asam linoleik (omega 3) dan linolenik (omega 6) dimana keduanya merupakan substansi yang tidak dapat dibentuk di dalam tubuh, sehingga dapat meningkatkan berat badan dengan cara yang sehat.
Untuk menguji pernyataan tersebut, kami mencoba melakukan penelitian jinten hitam pada sample seekor tikus putih. Mengapa tikus putih?. Karena menurut beberapa sumber yang ada, tikus putih merupakan salah satu fauna yang anatomi tubuhnya hampir 100 % sama dengan manusia. Sehingga, proses pencernaan makanannya juga mirip dengan manusia.
Selama satu minggu, kami mencoba memberikan makanan berupa jinten hitam. Pada awalnya, sample tersebut tidak mau memakan biji jinten hitam secara langsung (masih berupa biji). Karena keadaan yang seperti itu, akhirnya kami mencari jalan lain yaitu dengan membuat biji tersebut menjadi bentuk serbuk. Kemudian kami mencampurkan serbuk tersebut pada makanan tikus tersebut. Takarannya adalah 1 gram serbuk jinten hitam dicampur dengan 3 gram makanan tikus. Takaran sengaja dibuat tetap karena menurut hasil penelitian yang dilakukan, terlalu banyak memakan jinten hitam juga dapat membahayakan bagi tubuh.
2 hari kami melakukan kegiatan tersebut. Dan hasil yang kami peroleh, ternyata berat badan tikus tersebut bertambah. Setap harinya bertambah 5 gram. Karena hasrat penasaran kami yang besar, pada 2 hari selanjutnya, kami mencoba tidak memberi campuran jinten hitam pada tikus tersebut. Walhasil, berat badannya konstan. Tidak memiliki perubahan pada berat badannya.
2 hari selanjutnya, kami mencoba memberi kembali campuran serbuk jinten hitam pada makanannya. Dan hasil akhir yang kami peroleh, ternyata berat badannya terus naik. Kami mencoba membuat grafik pertumbuhannya selama seminggu sesuai dengan data pada sub bab DATA diatas. Berikut grafik yang kami buat.
Kami mencoba meneliti, mengapa jinten hitam dapat membuat tingkat kegemukan sample bertambah. Melalui beberapa literature yang kami dapatkan dari internet, ternyata kandungan gizi yang ada pada jinten hitam dapat membuat badan kita gemuk. Selain yang telah dijelaskan pada paragraph pertama, ternyata satu biji jinten hitam mengandung zat zinc atau biasa kita sebut seng sebanyak 60 ug/g. Kegunaan dari zat seng itu sendiri adalah sebagai anti depresan atau anti stress.
Menurut hasil penelitian yang dilakukan, orang yang mengalami tingkat kegemukan tinggi, tidak pernah terlalu memikirkan segala sesuatu yang dapat membuat mereka stress. Sehingga, untuk memberikan reaksi terhadap emosinya atau stressnya, orang gemuk biasa meluapkannya dengan makan. Selain itu, orang yang mengalami kegemukan tinggi biasanya disebabkan oleh Obat-obat tertentu (misalnya steroid dan beberapa anti-depresi) bisa menyebabkan penambahan berat badan.
Jinten hitam merupakan salah satu rempah – rempah yang memiliki zat anti depresan. Jika pernyataan tersebut kita terapkan pada orang yang mengalami kekurusan tinggi dengan cara memberikan orang tersebut makanan berupa jinten hitam, maka kemungkinan hasil yang didapat adalah perlahan-lahan berat badan orang tersebut akan naik hingga batas ideal. Setelah naik pada batas ideal, pemberian makanan berupa jinten hitam tersebut dapat dikurangi sedikit demi sedikit hingga pada akhirnya tidak memakan jinten hitam lagi. Dari situlah penyakit Anoreksia nervosa yang sangat mematikan dapat kita cegah secara perlahan-lahan.
• Mengolah Jinten Hitam menjadi obat yang praktis
Banyak orang mengatakan bahwa rempah-rempah merupakan makanan yang sangat pahit. Begitupula dengan jinten hitam. Selain rasanya yang agak pahit, jinten hitam juga memiliki bau yang sangat menyengat. Lalu bagaimanakah manusia dapat memakannya?.
Di zaman modern ini, banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengolah obat menjadi suatu penganan yang enak sekaligus disukai oleh banyak orang. Begitupula dengan jinten hitam. Bagi sebagian orang yang masih belum mengerti tentang obat-obatan alamiah, mungkin mereka akan memakannya secara langsung. Memang boleh dengan cara yang seperti itu. Namun, alangkah lebih baiknya jika kita mencari yang lebih praktis dan disukai banyak orang.
Keripik Jinten Hitam. Penganan yang satu ini dibuat dari tepung terigu yang dicampur dengan jinten hitam kemudian digoreng di minyak panas. Kemudian, ada juga orang yang mencampurkan jinten hitam ke dalam kopi. Namun di zaman modern ini, jinten hitam juga dibuat kapsul yang biasa di jual di apotik.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan karya tulis ini, kita semua dapat menarik beberapa kesimpulan diantaranya :
1. Kekurusan bukanlah hal yang sepele karena kekurusan adalah salah satu penyakit yang dapat mematikan. Diketahui dengan adanya penyakit Anoreksia Nervosa.
2. Penyembuhan penyakit tidak hanya bergantung pada zat kimia, tetapi dengan alamiah pun ternyata bisa.
3. Jinten hitam dikatakan sebagai obat seribu penyakit karena dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.
4. Jinten Hitam dapat membantu menyembuhkan penyakit kekurusan karena jinten hitam dapat membuat berat badan kita naik.
5. Bahwa ternyata rempah-rempah itu dapat membawa berkah bagi kita semua.
5.2 Saran
Dari beberapa hal yang telah dijelaskan sebelumnya, kami memiliki beberapa saran sebagai berikut:
1. Khusus untuk wanita remaja Indonesia janganlah takut untuk menjadi gemuk dalam artian gemuk yang ideal.
2. Perlu adanya pembelajaran lebih lanjut mengenai kandungan-kandungan berbagai rempah-rempah Asia maupun Eropa.
3. Perlu adanya dukungan berupa material atau alat-alat yang dibutuhkan dalam proses pembelajarannya dan penelitiannya.
4. Lebih sering menjaga kesehatan diri-sendiri
5. Jika perlu, setiap satu bulan sekali, check kondisi kesehatan. Seperti berat badan dan kesehatan organ tubuh lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
A, Anonym. 2010. Terapi Obesitas/Kegemukan. (Online), ( http://www.facebook.com/topic.php?uid=127948623930724&topic=25/ diakses pada Bulan Desember 2010). (Abstrak).
Ahira, Anne. 2011. Epidemiologi. (Online), (http://www.anneahira.com/pencegahan-penyakit/epidemiologi.html/ diakses ttahun 2011). (Full Text).
Ai & Cicilya. 2008. Apa itu Tiroid?. (Online), (http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20081225201859AAYlyMr/ diakses tahun 2008). (Abstrak).
Amirin, Tatang M. 2000. Menyusun Rencana Penelitian. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
B, Anonym. 2011. Khasiat Jinten Hitam. (Online), (http://herbalindonesia.org/?p=503#more-503/diakses pada 7 Mei 2011). (Full Text).
C, Anonym. 2011. Neurologi. (Online), (http://id.wikipedia.org/wiki/Neurologi/ diperbarui tanggal 23 Juli 2011). (Full Text).
D, Anonym. 2008. Hypokalemia. (Online), (http://www.totalkesehatananda.com/hypokalemia1.html/ diakses tahun 2008). (Full Text).
Danfar. 2009. Definisi/ Pengertian Efektifitas. (Online), (http://dansite.wordpress.com/2009/03/28/pengertian-efektifitas/ diakses tanggal 28 Maret 2009). (Full Text).
Devisa. 2009. Jintan Hitam (Nigella sativa Linn.) atau Habbatussauda. (Online), (http://www.facebook.com/topic.php?uid=111194682246487&topic=61/diakses tahun 2009). (Full Text).
Dyahsari05. 2009. Body Image. (Online), (http://dyahsari05.blogspot.com/2009/01/body-image.html/ diakses tanggal 04 Januari 2009). (Full Text).
E, Anonym. 2009. Materi. (Online), (http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2009/0700095/materi.html/ diakses tahun 2009). (Abstrak).
F, Anonym. 2011. Tabel Tinggi Badan - Berat Badan. (Online), (http://medicastore.com/penyakit/756/Tabel_Tinggi_Badan_-_Berat_Badan.html/ diakses tahun 2011). (Abstrak).
Fadil, Ridwan. 2010. Manfaat Habbatussauda. (Online), (http://www.agen-herbals.com/article/manfaat-habbatussauda.html. 2010/ diakses pada tahun 2010). (Full Text).
Icfbgr. 2010. Khasiat Jinten Hitam. (Online), (http://archive.kaskus.us/thread/5599690/diakses 15 Oktober 2010). (Full Text).
Ishakq. 2007. Habbatussauda (salah satu makanan yang diberkahi). (Online), (http://images.ishakq.multiply.multiplycontent.com/attachment/0/RvDiLQoKCpsAAAc@EKA1/Habbatussauda.pdf?key=ishakq:journal:105&nmid=58473428/diakses pada tanggal 19 Sepetember 2007). (Abstrak).
Ismu, mbah- & HanHanX. 2008. Mengapa hamster dan tikus putih sering dibuat penelitian?. (Online), (http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080313035731AA01aB7/diakses tahun 2008). (Abstrak).
Kurniawi, Yeni. 2006. Apa itu Bulimia?. (Online), (http://izzasyifa.wordpress.com/2006/12/19/apa-itu-bulimia/ diakses tanggal 19 Desember 2006). (Full Text).
Mamaboomboom. 2009. Apa itu kalori. (Online), (http://kalorimakanan2u.blogspot.com/2009/09/apa-itu-kalori.html/ diakses tanggal 23 September 2009). (Full Text).
Maysella. 2010. Menghilangkan bekas luka. (Online), (http://femaledaily.com/showthread.php?t=295&page=47/ diakses tanggal 21 April 2010). (Abstrak).
Rakhmawan, Agung. 2010. Anti Histamin. (Online), (http://agungrakhmawan.wordpress.com/anti-histamin/ Juli 27, 2010/ diakses tanggal 27 Juli 2010). (Full Text).
Rio. 2010. Manfaat Asam Amino Esensial untuk Tubuh. (Online), (http://proy-rio.blogspot.com/2010/05/manfaat-asam-amino-esensial-untuk-tubuh.html/ diakses tanggal 12 Mei 2010). (Abstrak).
Shop, The "MU" Beauty.2011. Jinten Hitam Herbal Untuk Kecantikan. (Online), (http://beauty.mirnasakina.com/jintan-hitam-black-seed-herbal-untuk-kecantikan.html/diakses tahun 2011). (Abstrak).
Yumizone. 2009. Anoreksia nervosa. (Online), (http://yumizone.wordpress.com/2009/07/22/anoreksia-nervosa/Diakses 22 Juli 2009). (Full Text).
Read more >>
Assalamu’alaikum wr.wb
Syukur alhamdulillah penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala limpahkan rahmad dan hidayah-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini dengan usaha yang maksimal.
Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna diantara yang lainnya. Manusia diberi kehidupan dan kesehatan oleh Tuhan sebagai bentuk kasih sayang-Nya. Namun terkadang, manusia lupa akan kasih sayang yang diberikan Tuhan tersebut. Mereka tidak bisa merawat dan menjaga kesehatan mereka dengan baik. Kesehatan merupakan salah satu kunci utama dari kesuksesan. Orang yang tidak sehat, tidak mungkin memiliki tingkat kesuksesan yang tinggi. Tidak hanya kesehatan, kejiwaan juga menjadi faktor penting dalam meraih kesuksesan. Men sana in corpore sano, salah satu pepatah yang memiliki makna bahwa kejiwaan dan kesehatan itu saling bertautan. Karena di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.
Disadari sepenuhnya penyelesaian Karya Tulis Ilmiah ini jauh dari sempurna, oleh karena itu, dengan penuh kelapangan hati penulis menerima baik saran maupun kritik yang kiranya bersifat membangun demi kesempurnaan Karya Tulis Ilmiah yang penulis susun.
Semoga Karya Tulis Ilmiah ini dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan khususnya di SMA Negeri 3 Pamekasan.
Pamekasan, Agustus 2011
Penulis
ABSTRAK
Jinten Hitam merupakan salah satu rempah-rempah Asia yang memiliki banyak khasiat. Oleh karenanya, Jinten hitam disebut sebagai obat 1000 penyakit. Salah satu penyakit yang dapat disembuhkan oleh jinten hitam adalah Anoreksia nervosa. Anoreksia nervosa merupakan sebuah gangguan makan yang ditandai dengan penolakan untuk mempertahankan berat badan yang sehat dan rasa takut yang berlebihan terhadap peningkatan berat badan akibat pencitraan diri yang menyimpang. Melalui Jinten hitam, penyakit Anoreksia nervosa dapat disembuhkan. Karena Jinten Hitam banyak membantu dalam proses metabolisme tubuh sekaligus sebagai anti depresan bagi tubuh.
Kata Kunci : Jinten Hitam, Anoreksia nervosa
DAFTAR ISI
Lembar Judul
Kata Pengantar …………………………………………………………….. i
Abstrak …………………………………………………………………….. ii
Daftar Isi …………………………………………………………………… iii
BAB I. PENDAHULUAN ………………………………………………… 1
1. Latar Belakang Masalah …………………………………………… 1
2. Rumusan Masalah …………………………………………………. 1
3. Tujuan ……………………………………………………………… 1
4. Ruang Lingkup …………………………………………………….. 2
5. Definisi Operasional ……………………………………………….. 2
BAB II. KAJIAN TEORI / TINJAUAN PUSTAKA …………………… 3
1. Anoreksia Nervosa ………………………………………………… 3
Pendahuluan …………………………………………………… 3
Definisi ………………………………………………………… 4
Epidemiologi …………………………………………………… 4
Etiologi …………………………………………………………. 4
Gambaran Umum ……………………………………………… 5
2. Jinten Hitam ……………………………………………………….. 5
Klasifikasi ……………………………………………………… 5
Kandungan Gizi ………………………………………………… 6
Sejarah ………………………………………………………….. 7
Khasiat ………………………………………………………….. 8
Jinten Hitam dalam Islam ………………………………………. 11
3. Berat Badan Ideal …………………………………………………... 12
BAB III. METODE PENELITIAN ……………………………………… 13
1. Jenis dan Rancangan Penelitian ……………………………………. 13
2. Tempat dan Waktu Penelitian ……………………………………… 13
3. Alat dan Bahan …………………………………………………….. 13
4. Prosedur Kerja ……………………………………………………… 13
5. Teknik Pengumpulan Data ………………………………………… 13
6. Teknik Analisa Data ………………………………………………… 14
BAB IV. HASIL …………………………………………………………… 15
1. Data …………………………………………………………………. 15
2. Analisa Data ………………………………………………………… 15
3. Pembahasan ………………………………………………………… 16
BAB V. PENUTUP ………………………………………………………… 20
1. Kesimpulan …………………………………………………………. 20
2. Saran ………………………………………………………………… 20
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………. 21
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Kesehatan merupakan salah satu hidayah yang diberikan oleh Allah kepada semua makhluknya. Tanpa adanya kesehatan manusia akan susah melakukan aktifitas, baik aktifitas khusus maupun aktifitas rutin yang dilakukan. Kekurusan merupakan suatu penyakit alamiah yang terdapat pada makhluk hidup khususnya manusia dan hewan. Kekurusan merupakan hal yang tidak dapat disepelekan. Namun sebagian besar orang menganggap bahwa kekurusan itu merupakan hal yang biasa. Padahal, penyakit kekurusan itu jika tidak dicegah akan mengakibatkan kematian.
Salah satu penyakit kekurusan yang dapat menyebabkan kematian adalah Anoreksia nervosa. Anoreksia nervosa (AN) merupakan sebuah gangguan makan yang ditandai dengan penolakan untuk mempertahankan berat badan yang sehat dan rasa takut yang berlebihan terhadap peningkatan berat badan akibat pencitraan diri yang menyimpang. Pencitraan diri pada penderita AN dipengaruhi oleh bias kognitif (pola penyimpangan dalam menilai suatu situasi) dan mempengaruhi cara seseorang dalam berpikir serta mengevaluasi tubuh dan makanannya. AN merupakan sebuah penyakit kompleks yang melibatkan komponen psikologikal, sosiologikal, dan fisiologikal, pada penderitanya ditemukan peningkatan rasio enzim hati ALT dan GGT, hingga disfungsi hati akut pada tingkat lanjut.
Kita telah mengetahui bahwa penyakit anoreksia merupakan penyakit kekurusan yang dapat menyebabkan kematian pada penderitanya. Jika penyakit ini tidak dicegah perkembangannya sejak sekarang, mungkin akan lebih banyak lagi jiwa-jiwa yang akan melayangkan nyawanya. Namun, pada hakikatnya, semua penyakit dapat kita cegah begitupula dengan penyakit ini. Berangkat dari pemikiran diatas, perlu adanya strategi dalam pencegahannya. Maka dari itu, penulis mencoba mengupas tuntas masalah tersebut melalui karya tulis ini.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah yang dapat diambil dari permasalahan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana cara mencegah penyakit kekurusan?
2. Rempah apa yang cocok dalam mencegah penyakit kekurusan?
3. Bagaimana penelitian yang dilakukan dalam mengetahui efektifitas jinten hitam?
4. Bagaimana cara mengolah jinten hitam menjadi obat yang praktis dalam mencegah penyakit kekurusan?
1.3 TUJUAN PENELITIAN
Pada karya tulis ini, penulis memiliki maksud dan tujuan tertentu. Antara lain :
1. Sebagai media pembelajaran dalam mengetahui khasiat rempah-rempah Asia khususnya Jinten Hitam
2. Mencari media praktis alami dalam meningkatkan berat badan menjadi ideal tanpa adanya zat kimia.
3. Meminimalisir timbulnya penyakit Anoreksia nervosa.
1.4 BATASAN PENELITIAN
Setiap penelitian yang dilakukan, pasti memiliki ruang lingkup dan batasan penelitian. Dalam penelitian yang kami lakukan, kami memiliki ruang lingkup tersendiri. Kami meneliti dengan mengambil sample berupa seekor tikus putih. Kami meneliti sample tersebut selama 7 hari di rumah kami. Pemberian jinten hitam dilakukan setiap hari sekali dengan cara menghaluskan bji jinten hitam tersebut. Kemudian, kami mencampurkan bubuk jinten hitam tersebut ke dalam makanan yang akan diberikan.
1.5 DEFINISI OPERASIONAL
1. Efektifitas : suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target yang telah tercapai.
2. Concern : perhatian
3. Kalori : satu unit tenaga dan kita boleh mengaitkan kalori dengan makanan tetapi ia juga berkait dengan apa saja yang mengandungi tenaga
4. Body image : gambaran mental seseorang terhadap bentuk dan ukuran tubuhnya; bagaimana seseorang mempersepsi dan memberikan penilaian atas apa yang dia pikirkan dan rasakan terhadap ukuran dan bentuk tubuhnya, dan atas bagaimana kira-kira penilaian orang lain terhadap dirinya.
5. Epidemiologi : cabang ilmu yang mempelajari tentang seberapa sering penyakit dialami oleh suatu kelompok orang yang berbeda dan mencari tahu bagaimana bisa terjadi.
6. Etiologi : cabang ilmu yang mempelajari faktor suatu penyakit
7. Tiroid : sejenis penyakit autoimmune. Menyerangnya di kelenjar thyroid yang letaknya di tenggorokan.
8. Bulimia : lapar dan juga gangguan emosi makan dengan cara memumtahkan kembali makanan yang baru saja dimakan.
9. Scar : bekas luka
10. Hypokalemi : berkurangnya penyimpanan potassium dalam tubuh
11. Neurology : cabang dari ilmu kedokteran yang menangani kelainan pada sistem saraf. Dokter yang mengkhususkan dirinya pada bidang neurologi disebut neurolog dan memiliki kemampuan untuk mendiagnosis, merawat, dan memanejemen pasien dan kelainan saraf.
12. Asam Lemak tak jenuh : asam lemak yang semua ikatan atom karbon pada rantai karbonnya berupa ikatan tunggal (jenuh)
13. Asam lemak essensial : asam amino yang harus di datangkan dari luar, dikarenakan tubuh tidak bisa memproduksi sendiri.
14. Histamin : suatu persenyawaan amino, yang merupakan hasil biasa dari pertukaran zat
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA / KAJIAN TEORI
2.1. ANOREKSIA NERVOSA
I. PENDAHULUAN
Ketika memasuki masa remaja, khususnya masa pubertas, remaja menjadi sangat concern atas pertambahan berat badan, terutama remaja putri, karena mereka mengalami pertambahan jumlah jaringan lemak, sehingga mudah untuk menjadi gemuk apabila mengkonsumsi makanan yang berkalori tinggi. Pada kenyataannya kebanyakan wanita ingin terlihat langsing dan kurus karena beranggapan banhwa menjadi kurus akan membuat mereka bahagia, sukses, dan popular. Remaja dengan gangguan makan memiliki masalah dengan body imagenya. Artinya mereka sudah mempunyai suatu mind set ( pemikiran yang sudah terpatri di otak ) bahwa tubuh mereka tidak ideal. Mereka merasa tubuhnya gemuk, banyak lemak disana-sini, dan tidak sedap dipandang.
Anoreksia nervosa adalah suatu kelainan yang ditandai dengan perubahan gambaran tubuh, ketakutan yang luar biasa akan kegemukan, penolakan untuk mempertahankan berat badan yang normal dan hilangnya siklus mentruasi (pada wanita). Penderita yang umumnya terjadi pada remaja putri biasanya mengalami gangguan makan, berupa aktifitas untuk menguruskan badan dengan melakukan pembatasan makan secara sengaja melalui control yang ketat.
Pada anoreksia nervosa terjadi hilangnya nafsu makan atau terganggunya pusat nafsu makan. Hal tersebut disebabkan oleh konsep yang terputar balik mengenai konsep penampilan tubuh, sehingga penderita mempunyai rasa takut yang berlebihan terhadap kegemukan. Penderita anoreksia nervosa sadar mereka lapar namun takut untuk memenuhi kebutuhan makan mereka, karena bisa berakibat meningkatnya berat badan. Berbeda dengan korban kelaparan, penderita anoreksia nervosa mampu menjaga kekuatan dan kegiatan sehari-hari mendekati normal. Tidak merasa lapar dan tidak cemas terhadap kondisinya.
Takut gemuk atau merasa terlalu gemuk ini terutama terjadi pada wanita, sehingga membatasi makan dan terkadang tidak makan atau puasa. Akhirnya tidak mau makan hingga penderita kurus kering. Kelainan ini banyak terjadi di dalam masyarkat yang memuja bentuk tubuh yang kurus kering. Mereka terus-menerus malakukan diet mati-matian untuk mencapai tubuh yang kurus, yang pada akhirnya kondisi ini menimbulkan efek yang berbahaya yaitu kematian . penyakit ini dapat menyebabkan kematian pada 10% penderitanya.
Pada penderita anorekasia nervosa dapat menurunkan berat badannya antara 25 – 50 % dari berat badan sebenarnya. Dampak fisik yang umumnya terjadi penderita adalah kehilangan selera makan, hingga tidak mau mengkonsumsi apapun, lemah tidak bertenaga, sulit berkonsentrasi dan terjadi gangguan mentruasi. Namun dampak psikis juga terpengaruhi, Seperti mempunyai perasaan tidak berharga, sensitive ( mudah tersinggung atau marah ), mudah merasa bersalah, kehilangan minat untuk berinteraksi dengan orang lain, tidak percaya diri, cenderung berbohong untuk menutupi perilaku makannya, minta perhatian orang lain, dan depresi. Dampak fisik maupun psikis yang terjadi akibat gangguan makan tersebut memerlukan pertolongan segera dari psikolog, dokter, ahli gizi, dan tentu saja orang tua.
II. DEFENISI
Defenisi anorekasi nervosa adalah :
1. Menolak mempertahankan berat badan pada atau diatas berat badan normal minimal menurut usia dan tinggi badan (misalnya, menurunkan berat badan untuk mempertahankan berat badan kurang dari 85% yang diharapkan; atau kegagalan untuk menaikan berat badan yang diharapkan selama periode pertumbuhan, menyebabkan berat badan kurang dari 85% dari yang diharapkan).
2. Ketakutan yang kuat mengalami kenaikan berat badan atau menjadi gemuk, walaupun sesungguhnya memiliki berat badan kurang.
3. Gangguan dalam cara memandang berat atau bentuk badannya sendiri; berat badan atau bentuk badan yang tidak pantas atas dasar pemeriksaan sendiri, atau menyangkal keseriusan berat badannya yang rendah.
4. Pada wanita pascamenarki, amenore yaitu tidak ada sekurangnya tiga siklus menstruasi berturut-turut (seorang wanita dianggap mengalami amenore jika periodenya timbul hanya setelah pemberian hormon, misalnya, estrogen).
III. EPIDEMIOLOGI
Gangguan makan dalam berbagi bentuk telah dilaporkan pada sampai 4% pelajar remaja dan dewasa muda. Sekitar 95% penderita adalah wanita, kelainan ini biasanya terjadi pada masa remaja dan terkadang pada masa dewasa. Anoreksia nervosa diperkirakan terjadi pada kira-kira 0,5 sampai 1% gadis remaja. Biasanya menyerang orang-orang golongan social ekonomi menenngah ke atas. Gangguan ini terjadi 10 sampai 20 kali lebih sering pada wanita dibandingkan laki-laki. Lebih sering pada Negara yang maju, dan mungkin ditemukan dengan frekuensi tertinggi pada wanita muda yang profesinya memerlukan kekurusan , seperti model dan penari balet.
IV. ETIOLOGI
Faktor biologis, social, dan psikologis adalah terlibat dalam penyebab anoreksia nervosa.
1. Faktor biologis
Kelaparan menyebabkan banyak perubahan biokimia, beberapa diantaranya juga ditemukan pada depresi, seperti hiperkortisolemia dan nonsupresi oleh deksametason. Terjadi penekanan fungsi tiroid, amenore, yang mencerminkan penurunan kadar hormonal. Kelainan tersebut dapat dikoreksi dengan pemberian makanan kembali.
2. Faktor social
Penderita menemukan dukungan untuk tindakan mereka dalam masyarakat yang menekankan kekurusan dan latihan. Tidak berkumpul dengan keluarga adalah spesifik pada anoreksia nervosa. Pasien dengan anoreksia nervosa kemungkinan memiliki riwayat keluarga depresi, ketergantungan alcohol, atau suatu gangguan makan.
3. Faktor psikologis dan psikodinamis
Anoreksia nervosa tampaknya merupakan suatu reaksi terhadap kebutuhan pada remaja untuk menjadi lebih mandiri dan meningkatkan fungsi social dan seksual. Biasanya mereka tidak mempunyai rasa otonomi dan kemandirian, biasanya tumbuh di bawah kendali orang tua. Kelaparan yang diciptakan sendiri (self starvation) mungkin merupakan usaha untuk meraih pengakuan sebgai orang yang unik dan khusus. Hanya memalui tindakan disiplin diri yang tidak lazim pasien anoreksia dapat mengembangkan rasa otonomi dan kemandirian.
V. GAMBARAN KLINIS
Tanda Anoreksia nervosa
1. Menyamarkan kekurusan mereka dengan baju dan make-up
2. Kulit kering dan kering, rambut halus, dan alopesia ringan.
3. Subtype bulimia berat, seperti kehilangan enamel gigi karena asam lambung, ketika penderita muntah. Bahkan terdapat scar pada dorsum akibat jari-jari yang dimasukan ke mulut untuk memaksakan muntah.
4. Hypokalemi dan kelainan EKG
5. Kelainan neurology (seperti seizure dan neuropaty) dan anemia yang berhubungan dengan kekurangan gizi dan kelaparan.
2.2. JINTEN HITAM (BLACK SEED)
I. KLASIFIKASI TANAMAN
Nigella Sativa tumbuh di berbagai belahan dunia, termasuk Saudi, Afrika Utara dan sebagian Asia. Nigella Sativa merupakan bunga fennel dari keluarga Ranunculaceae. Biji-biji Nigella Sativa ukurannya kecil dan pendek (panjang antara 1-2mm), hitam, berbentuk trigonal, memiliki rasa yang kuat dan pedas seperti lada. Jenis Bunga Nigella Sativa ada dua macam, satu berwarna ungu kebirubiruan dan lainnya putih. Pertumbuhan bunga terletak pada bagian cabang, sementara itu daunnya saling tumbuh berseberangan secara berpasangan. Daun dibagian bawah bentuknya kecil dan pendek, sedangkan daun bagian atas lebih panjang (6 – 10 cm). Batang bunga tersebut bisa mencapai ketinggian 12 -18 inchi.
Nigella Sativa adalah tumbuhan biseksual artinya dapat mengembangbiakkan dirinya sendiri, membentuk sebuah kapsul buah yang mengandung biji. Saat kapsul buah matang, ia akan membuka dan biji yang ada didalamnya akan mengudara dan berubah menjadi hitam, sehingga disebut Biji Hitam (Black Seed).
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Division : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Order : Ranunculales
Family : Ranunculaceae
Genus : Nigella
Species : N. sativa
Binominal name : Nigella sativa L.
Dibeberapa negara dikenal dengan nama yang berbeda antara lain :
Indonesia : Jintan Hitam
Mesir : Habat Et Baraka
India : Kalonji
Hebrew : Kezah
Rusia : chernushka
Turkish : çörek out
Arab : Habbatussauda
Persian : siyah daneh
Perancis : Nigelle
Amerika : Black Cumin / Black Seed
Inggris : Fennel Flower, nutmeg flower, roman coriander, black onion seed
Italia : Nigella
Jerman : Nidella
Eropa : Black Caraway
II. KANDUNGAN GIZI
Tanaman bernama lain black seed ini juga kaya asam lemak tak jenuh dan asam lemak esensial (asam linoleik dan linolenik). Asam alfa -linolenik (omega 3) asam linoleik (omega6), merupakan substansi yang tidak dapat dibentuk di dalam tubuh, sehingga tubuh harus mendapat suplemen yang mengandung kedua asam tersebut.
Jintan hitam juga mengandung 15 macam asam amino, protein, karbohidrat, minyak volatil dan crude fiber. Kandungan vitamin dan mineralnya meliputi kalsium, potasium, besi, magnesium, selenium, vitamin A, B1, B2, B6, C, E dan niacin. Black seed juga mengandung arginine, yang penting pada masa pertumbuhan balita.
KOMPOSISI NUTRISI BIJI NIGELLA SATIVA
Protein 21%
Karbohidrat 35%
Lemak 35-38%
KOMPOSISI MINYAK ESENSIAL (1,4%) MINYAK NIGELLA SATIVA
Carvone 21,1%
Alfa-PInene 7,4%
Sabinene 5,5%
Beta-Pinene 7,7%
P-Cymene 46,8%
Ohters 11,5%
NUTRISI MINYAK NIGELLA SATIVA
Protein 208 ug/g
Thiamin 15 ug/g
Riboflavin 1 ug/g
Pyridoxine 5 ug/g
Niacin 57 ug/g
Folacin 610 IU/g
Calsium 1,859 mg/g
Iron 105 ug/g
Copper 18 ug/g
Zinc 60 ug/g
Phosphorus 5,265 mg/g
ASAM LEMAK MINYAK NIGELLA SATIVA
Myristic Asam (C14:0) 0,5%
Palmitic Asam (C16:0) 13,7%
Palmitoleic Asam (C16:1) 0,1%
Stearic Asam (C18:0) 2,6%
Oleic Asam (C18:1) 23,7%
Linoleic Asam (C18:2) (Omega-6) 57,9%
Linelenic Asam (C18:3n-3 (Omega-3) 0,2%
Arachidic Asam (C20:0) 1,3%
ASAM LEMAK JENUH DAN TAK JENUH MINYAK NIGELLA SATIVA
Saturated Acid 18,1 %
Monounsaturated Acids 23,8 %
Polyunsaturated Acids 58,1 %
III. SEJARAH
Digunakan sebagai herbal pengobatan sejak 2000-3000 tahun sebelum Masehi dan tercatat dalam banyak literatur kuno mengenai ahli pengobatan terdahulu seperti Ibnu Sina (980 – 1037 M), dan Al-Biruni (973-1048 M), Al-Antiki, Ibnu Qayyim dan Al-Baghdadi. Ibnu Sina adalah peneliti jenius dari Timur Tengah di bidang pengobatan yang namanya tercatat di semua buku sejarah pengobatan timur maupun barat, hidup antara 980 – 1037 M, telah meneliti berbagai manfaat Habbatussauda untuk kesehatan dan pengobatan. Ahli pengobatan Yunani kuno, Dioscoredes, pada abad pertama Masehi juga telah mencatat manfaat habbatussauda untuk mengobati sakit kepala dan saluran pernafasan.
Jintan hitam dipercaya berasal dari Mediterania (seputar Laut Tengah), sebelum tersebar ke berbagai belahan dunia, termasuk ke Asia. Bentuknya kecil berserabut, ukurannya tidak lebih dari 3 mm. Jintan hitam termasuk dalam keluarga buttercup (Ranunculaceae).
Ada dua jenis tanaman ini, yakni yang berwarna ungu kebiruan dan putih. Orang-orang di tanah Arab telah mengenal Jintan hitam lebih dari 2.000 tahun lalu. Mereka memanfaatkan tanaman ini untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan, misalnya sakit gigi, flu, nyeri sendi.
Di Arab, jintan hitam dikenal sebagai habbatus sauda (biji yang menyenangkan) atau habbatul baraka, artinya biji yang membawa berkah. Bagi kaum muslim, jintan hitam merupakan anugerah Allah. Anjuran Nabi Muhammad SAW untuk memanfaatkan jintan hitam tercatat dalam sebuah hadis.”Tetaplah berobat dengan Habbatus sauda karena sesungguhnya ia bisa mengobati semua penyakit, kecuali kematian.”
Tak heran, tanaman bemama Latin Nigella sativa L. ini masuk dalam daftar obat alami di buku Al-Tibb al-Nabawi atau pengobatan cara Nabi.
Keampuhan jintan hitam menyebar hingga Mesir, Yunani, dan India. Dalam kuburan Tutankhamen ditemukan narasi bahwa jintan hitam dipakai dokter pribadi Firaun sebagai bahan baku minyak dan salep untuk mengobati gangguan pencernaan. Cleopatra dan Nefertiti memakainya untuk merawat kulit agar tetap lembut.
Pada 460 SM, Hippocrates menyarankan penggunaan tanaman ini untuk membangkitkan vitalitas dan energi, kenyamanan, serta mengatasi kelelahan tubuh dan psikis. Dioscoredes, ahli fisika dari Yunani, diabad I melaporkan bahwa jintan hitam dipakai untuk mengobati sakit kepala, hidung tersumbat, sakit gigi, meningkatkan produksi ASI, dan menyembuhkan penyakit internis.
Tahun 980 M, Ibnu Sina dalam The Cannon of Medicine menyatakan Habbatus sauda sebagai perangsang tenaga dan membantu memulihkan kesegaran tubuh, menstimulasi energi, serta membantu penyembuhan dari kelelahan atau kurang semangat.
IV. KHASIAT JINTEN HITAM
Di awal 90-an ilmuwan Amerika Serikat melakukan penelitian yang menghasilkan penemuan bahwa minyak Jinten Hitam ternyata tidak hanya berfungsi menyembuhkan namun juga mengandung lebih dari 100 unsur yang mendukung sistem kekebalan tubuh manusia, termasuk di dalamnya unsur yang mampu menyembuhkan penyakit kanker (anti tumor, anti cancer). Penemuan yang luar biasa ini menyebabkan Euforia Jinten Hitam di Amerika Serikat. Berikut adalah manfaat dari jinten hitam.
Mencegah Kolesterol
Jintan hitam mencegah penumpukan lemak dan kolesterol dalam tubuh dengan menghambat aktivitas enzim fatty acid synthase. Enzim itu mensintesis asam lemak rantai panjang, bahan baku pembentukan kolesterol dan trigliserida. Bila aktivitas fatty acid synthase rendah maka kolesterol dan trigliserida pun tak terbentuk.
Memperkuat sistem kekebalan tubuh dari serangan Virus, Kuman dan Bakteri
Hasil Penelitian Dr. Ahmad Al Qadhy, 1986 dan laporan penelitian lainnya seperti tertera dalam Jurnal Farmasi Pakistan, 1992. Salah satu khasiat yang telah teruji untuk Imuniti adalah kemampuan tubuh menciptakan kekebalan khusus, kuat dan sempurna untuk melawan segala unsur yang menyerang tubuh. Imuniti ini terbentuk dari jaringan limpa dan sel-sel limpa yang menghasilkan antibodi yang berfungsi menghancurkan mikroba yang menyerang tubuh yang disesuaikan dengan susunan dan sifatnya.
Mempertahankan tubuh dari serangan kanker dan HIV
Hasil penelitian Prof. G Reitmuller, Direktur Institut Immonologi dari Universitas Munich dan laporan terpisah dari penelitian tim Dr. Basil Ali, Universitas King Faisal, Arab Saudi, serta laporan penelitian Immono Biology Laboratory, California, AS. Laporan lain menyebutkan bahwa Habbatussauda dapat menghentikan pertumbuhan sel tumor.
Meningkatkan fungsi otak
Dengan kandungan asam linoleat (Omega 6) dan asam linolenat (Omega 3), Habbatussauda merupakan nutrisi bagi sel otak yang berguna untuk meningkatkan daya ingat, kecerdasan, dan relativitas sel otak agar tidak cepat pikun. Habbatussauda juga memperbaiki mikro (peredaran darah) ke otak dan sangat cocok diberikan pada anak usia pertumbuhan dan lansia. Ekstrak Jinten Hitam memiliki khasiat anti-tumor tanpa efek samping seperti yang terjadi pada chemotherapy dan penyinaran.
Menyembuhkan berbagai jenis penyakit pernafasan
Minyak tanaman Jinten Hitam berkhasiat Menyembuhkan penyakit asma bronchial, bronchitis, gampang lelah, batuk kronis dan penyakit pernafasan lainnya
Mengatasi gangguan tidur dan stress
Unsur Sapion terdapat pada Habbaussauda mempunyai fungsi seperti kortikosteroid yang dapat memengaruhi karbohidrat, protein dan lemak serta memengaruhi fungsi jantung, ginjal, otot tubuh, dan syaraf. Sapion berfungsi untuk mempertahankan diri dari perubahan lingkungan, gangguan tidur, menghilangkan stress, dan melancarkan air susu ibu (penelitian Potchestroom, 1989)
Sebagai Anti Histamin & Anti Alergi
Berdasarkan penelitian Nirmal Chakravaty MD 1993, dan penelitian lain oleh Dr. Med. Peter Schleincher, ahli immonologi dari Universitas Munich mengatakan bahwa Jinten Hitam juga berkhasiat sebgai anti histamine dan anti alergi.
Meningkatkan kadar ASI
Sebuah literatur dari University of Potchefstroom (1989), Afrika Selatan, menjelaskan jintan hitam dapat meningkatkan kadar ASI pada ibu menyusui. Hal ini ditunjukkan oleh kombinasi lipid portion dan struktur hormon dalam habbatus sauda.
Hepatoprotektor
Nevin Ilhan, peneliti di Fırat Universitesi, Turki, membuktikan jintan hitam melindungi hati dari bahaya Ccl4 - senyawa racun yang menyebabkan kerusakan hati. Jintan meningkatkan jumlah SOD - antioksidan - dalam tubuh. Sehingga dapat melindungi hati dari efek buruk Ccl4. Jumlah SOD kelompok uji yang diberi jintan 1.913 u/g Hb, sedangkan tanpa jintan 1.688 u/g Hb.
Namun bukan berarti mengonsumsi jinten hitam secara berlebihan diperbolehkan. Jintan hitam kaya flavonoid dan terpenoid berpeluang berpotensi merusak hati jika konsumsi berlebihan. Kerusakan hati bisa terjadi akibat keracunan langsung, atau karena hati kehabisan senyawa untuk menetralisir racun. Efek keracunan yang muncul biasanya berupa kerusakan protein atau kerusakan DNA sehingga tidak mampu mensintesis protein. Oleh karena itu konsumsi jintan hitam harus sesuai anjuran dokter atau herbalis.
Sedangkan menurut sumber lain :
* sebagai pencegah penurunan Hb.(haemoglobine).dan jumlahh lekosit dan mencegah kerusakan pada hati, darah dan ginjal (akibat obat kanker)
* sebagaipengibatab penyakit sindrom fanconi (yang timbul akibat pemberian obat kanker)
* sebagai anti oksidan
* dapat menyembuhkan penyakit sirosis hepatitis,
sebagai anti hipertensi
* sebgai anti diabetes mellitus (kencing manis)
* sebagai anti kolesterol(penyakit dislipidemia)
* sebagai anti kanker (payudara, usus besar, paru-paru, hati dan prostat)
* sebagai anti tumor
* sebagai anti kanker darah(leukimia)
* dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh
* sebagai anti histamin
* sebagai anti inflasi/peradangan
* sebagai antibiotik (baik untuk bakteri-bakteri gram positif maupun gram negatif)
* sebagai anti virus, sebagi anti jamur, sebagai anti kecacingan.
* dapat menghambat aktivitas infeksi HIV
* sebagai anti flu, anti rhinitis (pilek dan hidung tersumbat)
* sebagai anti nyeri,
* sebagai anti infeksi saluran kemih
* sebagai anti peradangan dirongga pelvis/panggul
* sebagai pengobatan neuroimmune apendicitis
* sebagai pengobatn crohn’s dieseas [inflammatory bowel syndrome],dan kanker usus besar)
* sebagai pengobatan celebral facial palcy
* sebagai anti depresi,anti panik
* sebagai anti rematik dan asam urat
* sebgai anti osteoporosis
* sebagai anti asma , anti bronkitis
* sebagai anti bisa hewan (ular, kalajengking, laba-laba, kucing, anjing, monyet)
* sebagai anti stroke, anti kejang, anti epilepsi
* sebagai anti sakit magh
* sebagai obat pencahar
* dapat mempercepat proses pembekuan darah
* sebagai suplemen tubuh, dllJintan Hitam dalam Islam
V. JINTEN HITAM DALAM ISLAM
Di dalam Islam, herbal ini dikenal dengan nama Habbatussauda.
Dalam agama islam, habbats sudah dikenal sebagai obat bagi berbagai penyakit. Dalam sebuah hadist , Rasulullah SAW mengatakan
“Sesungguhnya, al-Habbatus al-Sawda’ dapat menyembuhkan segala macam penyakit, kecuali As-sam.” Saya bertanya: “Apakah as-sam itu ?” Baginda menjawab : ‘As-sam yaitu maut !” ( Riwayat Bukhari ).
Didalam kitab Shahih Bukhari Muslim, Abu Hurairah r.a. berkata bahwa dia pernah mendengar Nabi besar Muhammad S.A.W. bersabda sebagai berikut :
“Tetaplah dengan al-Habbah al-Sawda” karena sesungguhnya ia mengandung obat bagi segala penyakit, kecuali as-sam atau mati.”
2.3. BERAT BADAN IDEAL
Panduan umum untuk berat ideal
Usia Berat badan rata-rata / ideal
(dalam kilogram) Batas bawah
(dalam kilogram) Batas atas
(dalam kilogram)
Bayi baru lahir cukup bulan 3,5 2,75 4,25
3 bulan 6,6 (laki-laki)
5,75 (perempuan) 5,1 (laki-laki)
4,8 (perempuan) 7,75 (laki-laki)
7 (perempuan)
6 bulan 8,6 (laki-laki)
8 (perempuan) 7,25 (laki-laki)
6,6 (perempuan) 10 (laki-laki)
9,25 (perempuan)
9 bulan 10,1 (laki-laki)
9,5 (perempuan) 8,85 (laki-laki)
7,5 (perempuan) 11,5 (laki-laki)
10,75 (perempuan)
12 bulan 11,25 (laki-laki)
10,5 (perempuan 9,85 (laki-laki)
9 (perempuan) 12,75 (laki-laki)
12 (perempuan)
18 bulan 12,6 (laki-laki)
12 (perempuan 11 (laki-laki)
10,75 (perempuan) 14,5 (laki-laki)
13,5 (perempuan)
2 tahun 13,85 (laki-laki)
13,25 (perempuan) 12 (laki-laki)
11,25 (perempuan) 15,75 (laki-laki)
15 (perempuan)
4 tahun 18,5 (laki-laki)
17,5 (perempuan) 15,5 (laki-laki)
15 (perempuan) 21,5 (laki-laki)
20,85 (perempuan)
6 tahun 22,5 (laki-laki)
22 (perempuan) 19 (laki-laki)
18,5 (perempuan) 26,5 (laki-laki)
26,5 (perempuan)
8 tahun 27,5 (laki-laki)
27,5 (perempuan) 24 (laki-laki)
22,5 (perempuan) 34 (laki-laki)
35 (perempuan)
10 tahun 34 (laki-laki)
35,5 (perempuan) 28 (laki-laki)
28,5 (perempuan) 45 (laki-laki)
49 (perempuan
12 tahun 44 (laki-laki)
46 (perempuan) 35 (laki-laki)
36 (perempuan) 56 (laki-laki)
61,5 (perempuan)
14 tahun 56 (laki-laki)
55 (perempuan) 45 (laki-laki)
45 (perempuan) 72,5 (laki-laki)
72,5 (perempuan)
16 tahun 68 (laki-laki)
61,5 (perempuan) 56 (laki-laki)
50 (perempuan) 86 (laki-laki)
79 (perempuan)
18 tahun 76 (laki-laki)
62 (perempuan) 63,5 (laki-laki)
52,5 (perempuan) 97,5 (laki-laki)
80 (perempuan)
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 JENIS DAN RANCANGAN PENELITIAN
Dalam karya tulis ini, kami mneggunakan jenis penelitian observasi. Observasi adalah pengumpulan data secara langsung ke obyek penelitian (Singarimbun, 1976 : 3). Jadi dalam jenis penelitian ini, kami mengamati langsung sample yang akan kami teliti. Selain Observasi, kami juga menggunakan jenis penilitian perpustakaan. Dalam jenis penelitian ini , kami mengambil data dari berbagi literatur untuk mendukung karya tulis ini.
3.2 TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN
Untuk menyusun karya tulis ini, kami melakukan penelitian di rumah kami sendiri. Kami melakukan observasi selama satu minggu yaitu tepatnya pada tanggal 6 Agustus 2011 hingga 12 Agustus 2011.
3.3 ALAT DAN BAHAN
Kami tidak menggunakan alat dan bahan yang terlalu rumit dalam menyusun karya tulis ini. kami hanya menggunakan alat yang biasa kita gunakan sehari- hari, seperti alat tulis, buku – buku literature, artikel, komputer untuk membantu kami mencari literature tambahan dari internet serta untuk mengetik karya tulis ini. Dan juga ada 3 alat tambahan yang membantu proses kerja kami. Yaitu lesung, timbangan, dan tentunya sample yang kami butuhkan, tikus putih.
3.4 PROSEDUR KERJA
Prosedur yang kami gunakan selama menyusun karya tulis ini adalah sebagai berikut :
1. Kami mencari permasalahan yang akan dibahas dalam karya tulis ini
2. Melakukan observasi untuk mendapatkan data yang kami butuhkan dalam karya tulis ini sesuai dengan permasalahan yang telah ditentukan
3. Mencari berbagai literatur, baik di buku ataupun di internet untuk mendukung dan memperkuat karya tulis kami
4. Menyusun bahan-bahan yang telah kami cari untuk dijadikan sebuah karya tulis ilmiah.
3.5 TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Data dapat digolongkan menjadi 2 yaitu: data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif adalah data yang dapat diukur dengan angka secra langsung, sedangkan data kualitatif adalah data yang tidak bisa diukur atau dinilai secara langsung (Amrin 2000). Dalam penelitian kami ini, kami menggunakan teknik pengumpulan data secara kuantitatif.
3.6 TEKNIK ANALISA DATA
Untuk menganalisis data yang telah kami dapat. Kami menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu hasil penelitian beserta analisanya diuraikan dalam suatu tulisan ilmiah yang berbentuk narasi, kemudian dari analisis yang telah dilakukan diambil suatu kesimpulan
BAB IV
HASIL PENELITIAN
4.1 DATA
Setelah dalam seminggu kami melakukan percobaan untuk menguji keefektifan jinten hitam (nigella sativa) pada terhadap tingkat kegemukan, yang dalam percobaan kali ini kami menggunakan mencet atau tikus putih dan diberi makan berupa jinten hitam secara bertahap, kami kemudian menuliskan laporan percobaan kami dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Berat awal mencet yang dijadikan percobaan seberat 10 gram
2. Takaran jinten hitam yang diberikan kepada tikus putih tetap, yaitu 1 gram.
Tanggal Penelitian Hari ke Makanan Berat
6/8/2011 Awal - 0,1 ons / 10 gram
6/8/2011 Ke-1 3 gram mentimun segar (dipotong2) dicampur 1 gram bubuk jinten hitam 0,1 ons / 10 gram
7/8/2011 2 3 gram tomat segar (dipotong2) dicampur 1 gram bubuk jinten hitam 0,15 ons / 15 gram
8/8/2011 3 3 potong roti kecil, tanpa jinten 0,20 ons / 20 gram
9/8/2011 4 1 sendok nasi, tanpa jinten 0,20 ons / 20 gram
10/8/2011 5 1 sendok nasi putih basah dicampur 1 gram bubuk jinten hitam 0,20 ons / 20 gram
11/8/2011 6 3 gram mentimun segar (dipotong2) dicampur 1 gram bubuk jinten hitam 0,25 ons / 25 gram
12/8/2011 7 - 0,30 ons / 30 gram
12/8/2011 Akhir - 0,30 ons / 30 gram
4.2 ANALISA DATA
Dari data percobaan di atas dapat kita simpulkan bahwa jinten hitam berpotensi untuk meningkatkan berat badan terhadap tikus putih yang dijadikan percobaan. Seperti yang bisa kita lihat pada percobaan hari ke 1, 2, dan 5, 6, setelah diberi jinten hitam yang sudah dijadikan bubuk, berat badan tikus putih meningkat sebesar 0,05 ons. Sedangkan pada percobaan hari ke 3 dan 4, dimana kami tidak memberi tikus putih makanan berupa jinten, berat badannya tidak bertambah. Kalaupun bertambah, tidak terlalu signifikan seperti saat diberi jinten hitam. Hal itu tentu membuktikan keefektifan jinten hitam terhadap penambahan berat badan. Untuk lebih lengkapnya akan dijelaskan pada sub bab pembahasan.
4.3 PEMBAHASAN
• Mencegah Penyakit Kekurusan
Mungkin diantara sebagian orang, baik yang tua maupun muda, ingin memiliki tubuh yang ideal. Alasannya bukan hanya untuk menjaga penampilan, namun juga hal itu dipandang baik menurut kesehatan karena itu berarti proses metabolisme dalam tubuhnya dapat berjalan dengan baik.
Banyak orang kurus yang berharap jadi gemuk, atau sebaliknya, yang gemuk menjadi kurus dengan alasannya sendiri-sendiri. Bagi kebanyakan wanita, menjadi terlalu kurus itu sungguh sesuatu yang juga bermasalah. Memang mereka tidak berharap menjadi gemuk apalagi sampai kegemukan. Sekedar tidak kurus pun sering begitu sukar untuk tercapai.
Kurus sendiri ada yang sehat, ada juga yang tergolong tak sehat. Kurus yang sehat berarti memang pola dan bentuk tubuhnya (tinggi dan berat badannya seimbang) mewarisi sifat yang kurang feminin atau cenderung androgenic atau sedikit komponen gynicnya, atau dapat juga bersifat androgynic perpaduan antara yang feminin dengan yang maskulinnya.
Kurus tergolong tidak sehat jika pola dan bentuk tubuh yang diwarisi seseorang belum mencapai tingkat berat badan yang sesungguhnya bisa dicapainya. Namun karena sesuatu hal, berat badannya belum tercapai penuh. Untuk kasus kekurusan jenis inilah yang dapat diupayakan, bagaimana agar tidak tetap kurus dan mencapai berat badan yang seharusnya dapat diraihnya dengan beberapa cara.
Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit kekurusan dengan menggunakan cara-cara yang sehat, antara lain :
1. Konsumsi makanan-makanan yang bisa membuat gemuk, seperti jinten hitam, susu cair, es krim.
2. Perhatikan asupan gizi yang cukup dengan komposisi seimbang. Kebutuhan nutrisi sehari-hari orang dewasa sehat dengan aktivitas ringan berkisar 25 - 30 Kalori/kg BB, sedang 30 - 35 Kalori/kg BB, dan berat 35 - 40 Kalori/kg BB. Pada seseorang yang tergolong underweight dan sedang dalam proses meningkatkan bobot badan, penambahan 500 Kalori setiap hari akan bermanfaat untuk menambah bobot badan sebanyak 0,5 kg dalam seminggu.
3. Bagi yang kurang suka daging dan ikan harus belajar agar berubah tabiat seperti selera kucing. Karena tubuh tak cukup hanya dengan berpola makan seperti sapi yang bisa gemuk cukup hanya dengan makan dedaunan saja. Kalau perlu tingkatkan makan soto, sate, dan steak.
4. Perlu diupayakan agar memperoleh makanan selingan di antara dua waktu. Sedikitnya, dua kali dalam sehari. Kita tahu, lambung mengosongkan diri dalam tiga jam, sehingga setiap 3 jam perlu diisi agar ada makanan yang bisa diserap kalorinya. Dengan kalori yang melebihi kebutuhan tubuh inilah, tubuh berpeluang untuk menjadi tidak kurus. Pilih jenis makanan selingan yang manis-manis.
5. Jauhkan hidup dari stres fisik dan psikis berlebihan
Tidaksemua stres bisa kita hindari. Tapi jenis stres yang berat, yang sudah mengganggu keseimbangan faali, tubuh harus kita jauhi. Kerja keras tanpa jeda dan membiarkan diri kita memikul beban kerja dan tanggung jawab yang melebihi kapasitas dan kompetensi, buruk akibatnya. Tubuh kekurangan asupan kalori dan kalori yang sudah sangat kurang ditunggangi pula oleh beratnya pikiran setiap hari.
6. Cukup minum dan kurangi pengeluaran cairan tubuh yang tak perlu
Berkeringat berlebihan mengurangi cairan tubuh, apalagi jika asupan minum kurang. Maka perlu tambahan ekstra minum setelah diare dan atasi gejala berkeringat yang berlebihan. Penguapan cairan tubuh dan pengeluaran keringat dapat dikurangi dengan menciptakan ruangan bekerja berudara sejuk. Air Condition (AC) mutlak perlu untuk tidak membuang percuma cairan tubuh.
• Penelitian yang Dilakukan dan Solusi untuk Penyakit Kekurusan
Dari pernyataan di atas, dapat kita ketahui bahwa salah satu bahan makanan yang mencegah kita menjadi kurus adalah dengan mengkonsumsi jinten hitam (Habbatus Sauda). Hal ini dimungkinkan karena jinten hitam dapat meningkatkan metabolisme tubuh sehingga pencernaan dapat berjalan dengan baik. Selain itu, jinten hitam juga mengandung asam lemak tak jenuh dan asam lemak esensial berupa asam linoleik (omega 3) dan linolenik (omega 6) dimana keduanya merupakan substansi yang tidak dapat dibentuk di dalam tubuh, sehingga dapat meningkatkan berat badan dengan cara yang sehat.
Untuk menguji pernyataan tersebut, kami mencoba melakukan penelitian jinten hitam pada sample seekor tikus putih. Mengapa tikus putih?. Karena menurut beberapa sumber yang ada, tikus putih merupakan salah satu fauna yang anatomi tubuhnya hampir 100 % sama dengan manusia. Sehingga, proses pencernaan makanannya juga mirip dengan manusia.
Selama satu minggu, kami mencoba memberikan makanan berupa jinten hitam. Pada awalnya, sample tersebut tidak mau memakan biji jinten hitam secara langsung (masih berupa biji). Karena keadaan yang seperti itu, akhirnya kami mencari jalan lain yaitu dengan membuat biji tersebut menjadi bentuk serbuk. Kemudian kami mencampurkan serbuk tersebut pada makanan tikus tersebut. Takarannya adalah 1 gram serbuk jinten hitam dicampur dengan 3 gram makanan tikus. Takaran sengaja dibuat tetap karena menurut hasil penelitian yang dilakukan, terlalu banyak memakan jinten hitam juga dapat membahayakan bagi tubuh.
2 hari kami melakukan kegiatan tersebut. Dan hasil yang kami peroleh, ternyata berat badan tikus tersebut bertambah. Setap harinya bertambah 5 gram. Karena hasrat penasaran kami yang besar, pada 2 hari selanjutnya, kami mencoba tidak memberi campuran jinten hitam pada tikus tersebut. Walhasil, berat badannya konstan. Tidak memiliki perubahan pada berat badannya.
2 hari selanjutnya, kami mencoba memberi kembali campuran serbuk jinten hitam pada makanannya. Dan hasil akhir yang kami peroleh, ternyata berat badannya terus naik. Kami mencoba membuat grafik pertumbuhannya selama seminggu sesuai dengan data pada sub bab DATA diatas. Berikut grafik yang kami buat.
Kami mencoba meneliti, mengapa jinten hitam dapat membuat tingkat kegemukan sample bertambah. Melalui beberapa literature yang kami dapatkan dari internet, ternyata kandungan gizi yang ada pada jinten hitam dapat membuat badan kita gemuk. Selain yang telah dijelaskan pada paragraph pertama, ternyata satu biji jinten hitam mengandung zat zinc atau biasa kita sebut seng sebanyak 60 ug/g. Kegunaan dari zat seng itu sendiri adalah sebagai anti depresan atau anti stress.
Menurut hasil penelitian yang dilakukan, orang yang mengalami tingkat kegemukan tinggi, tidak pernah terlalu memikirkan segala sesuatu yang dapat membuat mereka stress. Sehingga, untuk memberikan reaksi terhadap emosinya atau stressnya, orang gemuk biasa meluapkannya dengan makan. Selain itu, orang yang mengalami kegemukan tinggi biasanya disebabkan oleh Obat-obat tertentu (misalnya steroid dan beberapa anti-depresi) bisa menyebabkan penambahan berat badan.
Jinten hitam merupakan salah satu rempah – rempah yang memiliki zat anti depresan. Jika pernyataan tersebut kita terapkan pada orang yang mengalami kekurusan tinggi dengan cara memberikan orang tersebut makanan berupa jinten hitam, maka kemungkinan hasil yang didapat adalah perlahan-lahan berat badan orang tersebut akan naik hingga batas ideal. Setelah naik pada batas ideal, pemberian makanan berupa jinten hitam tersebut dapat dikurangi sedikit demi sedikit hingga pada akhirnya tidak memakan jinten hitam lagi. Dari situlah penyakit Anoreksia nervosa yang sangat mematikan dapat kita cegah secara perlahan-lahan.
• Mengolah Jinten Hitam menjadi obat yang praktis
Banyak orang mengatakan bahwa rempah-rempah merupakan makanan yang sangat pahit. Begitupula dengan jinten hitam. Selain rasanya yang agak pahit, jinten hitam juga memiliki bau yang sangat menyengat. Lalu bagaimanakah manusia dapat memakannya?.
Di zaman modern ini, banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengolah obat menjadi suatu penganan yang enak sekaligus disukai oleh banyak orang. Begitupula dengan jinten hitam. Bagi sebagian orang yang masih belum mengerti tentang obat-obatan alamiah, mungkin mereka akan memakannya secara langsung. Memang boleh dengan cara yang seperti itu. Namun, alangkah lebih baiknya jika kita mencari yang lebih praktis dan disukai banyak orang.
Keripik Jinten Hitam. Penganan yang satu ini dibuat dari tepung terigu yang dicampur dengan jinten hitam kemudian digoreng di minyak panas. Kemudian, ada juga orang yang mencampurkan jinten hitam ke dalam kopi. Namun di zaman modern ini, jinten hitam juga dibuat kapsul yang biasa di jual di apotik.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan karya tulis ini, kita semua dapat menarik beberapa kesimpulan diantaranya :
1. Kekurusan bukanlah hal yang sepele karena kekurusan adalah salah satu penyakit yang dapat mematikan. Diketahui dengan adanya penyakit Anoreksia Nervosa.
2. Penyembuhan penyakit tidak hanya bergantung pada zat kimia, tetapi dengan alamiah pun ternyata bisa.
3. Jinten hitam dikatakan sebagai obat seribu penyakit karena dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.
4. Jinten Hitam dapat membantu menyembuhkan penyakit kekurusan karena jinten hitam dapat membuat berat badan kita naik.
5. Bahwa ternyata rempah-rempah itu dapat membawa berkah bagi kita semua.
5.2 Saran
Dari beberapa hal yang telah dijelaskan sebelumnya, kami memiliki beberapa saran sebagai berikut:
1. Khusus untuk wanita remaja Indonesia janganlah takut untuk menjadi gemuk dalam artian gemuk yang ideal.
2. Perlu adanya pembelajaran lebih lanjut mengenai kandungan-kandungan berbagai rempah-rempah Asia maupun Eropa.
3. Perlu adanya dukungan berupa material atau alat-alat yang dibutuhkan dalam proses pembelajarannya dan penelitiannya.
4. Lebih sering menjaga kesehatan diri-sendiri
5. Jika perlu, setiap satu bulan sekali, check kondisi kesehatan. Seperti berat badan dan kesehatan organ tubuh lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
A, Anonym. 2010. Terapi Obesitas/Kegemukan. (Online), ( http://www.facebook.com/topic.php?uid=127948623930724&topic=25/ diakses pada Bulan Desember 2010). (Abstrak).
Ahira, Anne. 2011. Epidemiologi. (Online), (http://www.anneahira.com/pencegahan-penyakit/epidemiologi.html/ diakses ttahun 2011). (Full Text).
Ai & Cicilya. 2008. Apa itu Tiroid?. (Online), (http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20081225201859AAYlyMr/ diakses tahun 2008). (Abstrak).
Amirin, Tatang M. 2000. Menyusun Rencana Penelitian. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
B, Anonym. 2011. Khasiat Jinten Hitam. (Online), (http://herbalindonesia.org/?p=503#more-503/diakses pada 7 Mei 2011). (Full Text).
C, Anonym. 2011. Neurologi. (Online), (http://id.wikipedia.org/wiki/Neurologi/ diperbarui tanggal 23 Juli 2011). (Full Text).
D, Anonym. 2008. Hypokalemia. (Online), (http://www.totalkesehatananda.com/hypokalemia1.html/ diakses tahun 2008). (Full Text).
Danfar. 2009. Definisi/ Pengertian Efektifitas. (Online), (http://dansite.wordpress.com/2009/03/28/pengertian-efektifitas/ diakses tanggal 28 Maret 2009). (Full Text).
Devisa. 2009. Jintan Hitam (Nigella sativa Linn.) atau Habbatussauda. (Online), (http://www.facebook.com/topic.php?uid=111194682246487&topic=61/diakses tahun 2009). (Full Text).
Dyahsari05. 2009. Body Image. (Online), (http://dyahsari05.blogspot.com/2009/01/body-image.html/ diakses tanggal 04 Januari 2009). (Full Text).
E, Anonym. 2009. Materi. (Online), (http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2009/0700095/materi.html/ diakses tahun 2009). (Abstrak).
F, Anonym. 2011. Tabel Tinggi Badan - Berat Badan. (Online), (http://medicastore.com/penyakit/756/Tabel_Tinggi_Badan_-_Berat_Badan.html/ diakses tahun 2011). (Abstrak).
Fadil, Ridwan. 2010. Manfaat Habbatussauda. (Online), (http://www.agen-herbals.com/article/manfaat-habbatussauda.html. 2010/ diakses pada tahun 2010). (Full Text).
Icfbgr. 2010. Khasiat Jinten Hitam. (Online), (http://archive.kaskus.us/thread/5599690/diakses 15 Oktober 2010). (Full Text).
Ishakq. 2007. Habbatussauda (salah satu makanan yang diberkahi). (Online), (http://images.ishakq.multiply.multiplycontent.com/attachment/0/RvDiLQoKCpsAAAc@EKA1/Habbatussauda.pdf?key=ishakq:journal:105&nmid=58473428/diakses pada tanggal 19 Sepetember 2007). (Abstrak).
Ismu, mbah- & HanHanX. 2008. Mengapa hamster dan tikus putih sering dibuat penelitian?. (Online), (http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080313035731AA01aB7/diakses tahun 2008). (Abstrak).
Kurniawi, Yeni. 2006. Apa itu Bulimia?. (Online), (http://izzasyifa.wordpress.com/2006/12/19/apa-itu-bulimia/ diakses tanggal 19 Desember 2006). (Full Text).
Mamaboomboom. 2009. Apa itu kalori. (Online), (http://kalorimakanan2u.blogspot.com/2009/09/apa-itu-kalori.html/ diakses tanggal 23 September 2009). (Full Text).
Maysella. 2010. Menghilangkan bekas luka. (Online), (http://femaledaily.com/showthread.php?t=295&page=47/ diakses tanggal 21 April 2010). (Abstrak).
Rakhmawan, Agung. 2010. Anti Histamin. (Online), (http://agungrakhmawan.wordpress.com/anti-histamin/ Juli 27, 2010/ diakses tanggal 27 Juli 2010). (Full Text).
Rio. 2010. Manfaat Asam Amino Esensial untuk Tubuh. (Online), (http://proy-rio.blogspot.com/2010/05/manfaat-asam-amino-esensial-untuk-tubuh.html/ diakses tanggal 12 Mei 2010). (Abstrak).
Shop, The "MU" Beauty.2011. Jinten Hitam Herbal Untuk Kecantikan. (Online), (http://beauty.mirnasakina.com/jintan-hitam-black-seed-herbal-untuk-kecantikan.html/diakses tahun 2011). (Abstrak).
Yumizone. 2009. Anoreksia nervosa. (Online), (http://yumizone.wordpress.com/2009/07/22/anoreksia-nervosa/Diakses 22 Juli 2009). (Full Text).
